For 21+ yah. Harap bijak dalam membaca. Karina mendesah nafas kesal sekaligus lega bersamaan. Merasa kesal karena hasratnya terhenti dikala dirinya menginginkan lebih akibat perlakuan Brahm, namun di waktu bersamaan ia pun lega karena Brahm tidak melanjutkan sikap messumnya dan meninggalkannya begitu saja. Mendengar kata meeting, pikiran Karina tertuju pada sesuatu. Bergegas mencari pakaian yang layak untuk tidur, memakainya dan keluar dari kamar mandi menemui Brahm. Langkahnya terhenti di depan ranjang sambil mengaitkan jari-jarinya. Brahm menoleh menatap Karina, tangannya menepuk-nepuk kasur di sebelahnya memerintah tanpa perkataan. Karina memutar dan duduk bersandar di sebelah Brahm. “Ada yang mau kamu sampaikan?” "Ehm, Brahm, bolehkah aku tetap bekerja. Besok aku ada meeting pent

