Mata indah Karina kembali berlinang air mata. Niatnya mengatakan hal menyakitkan untuk membuat Brahm semakin merasa bersalah padanya, namun justru perasaannya sendiri yang merasa bersalah dan ikut terluka. Apa-apaan ini, mengapa harus dirinya yang menangis seperti perempuan bodoh yang sedang mengasihani dirinya sendiri. Karina merunduk menangis. “Kenapa harus sampai aku bertemu Charles, kenapa tidak kamu perjuangkan aku? Kenapa harus mau menikahi Meira. Kamu sudah berjanji sama papa aku lebih dulu, kenapa harus ingkar janji.” “Karin..” Brahm melangkah mendekati Karina perlahan sampai di sisi ranjang. Brahm duduk berhadapan dengan Karina, tangannya menggenggam tangan Karina. “Maafin aku. Aku memang bodoh. Saat itu aku tidak berdaya, seorang pemuda yang mempunyai tanggung jawab begitu be

