Sejak kasus Meira mengamuk membuat kejiwaannya kembali terganggu dan berakhir masuk rumah sakit jiwa. Sudah 1 Bulan Meira rehabilitasi kejiwaaan di klinik itu, setelah membaik, Meira meminta ayahnya untuk keluar dari tempat itu dan melakukan rawat jalan saja. Akhirnya Mr Bradley menyetujuinya dan membawa Meira pulang ke rumahnya. Lagipula mana ada orangtua yang tega melihat anak semata wayangnya harus hidup terikat baju pasien dan meronta menjalankan pengobatannya dalam ruangan isolasi. Mr Bradlet mengusap pucuk kepala putrinya yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu. "Papa senang kamu kembali ke rumah ini. Apa rencana kamu sekarang, Mei?" "Pastinya aku tidak akan tinggal diam melihat Brahm diambil wanita lain!" Meira mengepal kedua tangannya, matanya menyiratkan amarah yang terpend

