Kibas Rambut Kucel-2

2688 Words

“Selesai.” Kubuka pintu dan sedikit kaget melihat penampakan Pak Andro yang sedang berdiri di depan pintu dengan gestur gelisah seperti menahan sesuatu. “Sudah selesai?” “Udah, Pak.” “Cepetan keluar!” Aku pun segera keluar dan Pak Andro bergegas menuju ke kamar mandi. Brak! Ceklek! Aku terkekeh melihat tingkah Pak Andro yang sudah sangat HIV (Hasrat Ingin Vivis). “Pak Andro, Pak Andro.” Suara sesuatu yang mengucur terdengar nyaring di telingaku karena aku masih berada di depan kamar mandi. Tiba-tiba adegan yang lalu teringat kembali, bahkan aku masih ingat bentuk dan panjangnya. Mau tak mau aku jadi tersipu malu. Aku memegang kedua pipiku. Hangat. Ya ampun. Ceklek. Aku kaget pun dengan orang yang baru keluar dari kamar mandi. “Ngapain kamu masih di sini?” Dia menatapku galak.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD