“Gak tahu ini, Bu. Jihan kan cuma nanya doang, tapi malah ditanggapi kayak gitu sama Laras. Lagian salah Jihan dimana coba.” “Salah kamu gak usah banyak omong di sini.” Suara tegas keluar dari mulut Om Andre. Membuat wanita yang bernama Jihan berubah ekspresi menjadi marah. “Kenapa kamu selalu sinis ke aku, sih?!” “Biar kamu gak semakin ngelunjak.” Om Andreas menatap lelaki tua di kursi roda dengan binar permintaan maaf lalu beliau menoleh ke arah wanita tua. “Tante Inggit, kalau Tante bermaksud nyari perkara di rumah Andre silakan Tante keluar, bawa sekalian keponakan kebanggaan Tante, beserta istri dan anaknya. Maafkan Andre, Pak.” Om Andre menatap lelaki tua itu lagi. “Andre udah pernah bilang, Andre akan selalu jadi anak Bapak, tapi Andre bukan anak Tante Inggit. Jadi tolong kas

