Penurut

1658 Words

Kotak sepatu yang kini Derren pegang rasanya tidak memiliki dosa apa-apa sampai ia harus melemparnya begitu saja, dan lagi Derren tersenyum menyeringai ketika melakukannya sebab ia tidak merasa berdosa akan hal itu. Rindu menyukai sepatunya, meski ia menolak di awal namun ini adalah hadiah pertama yang ia terima dari hasil kerjanya, ia bahkan menghabiskan waktunya saat pulang untuk melihat setiap inchi dari benda mahal tersebut dan Derren melemparnya begitu saja. Pandangan Rindu mengikuti ke mana sepatunya melayang, terdengar bunyi berdebam yang kencang sampai Rindu meringis menyaksikannya. "Kamu bilang kamu yang beli? Hah!!" Derren mulai menginterogasi Rindu, salahnya juga berbohong pada Derren sebab pria itu pasti tahu bahwa setidaknya Rindu tidak akan menghamburkan uang untuk membeli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD