Chris tidak dapat fokus pada pekerjaannya, sesekali ia mendengar Rindu mengigau atau bahkan menangis kemudian berhenti dengan sendirinya. Pria itu jadi harus bolak balik antara mejanya dengan sofa tempat Rindu tertidur. Sampai akhirnya ia memindahkan peralatan kerjanya ke depan Rindu, hanya agar ia tidak lagi mengecek gadis itu berulang. Tapi nyatanya setelah lebih dekat mata Chris malah tidak bisa fokus pada monitor di hadapannya. "Harusnya aku tidak menyuruhnya untuk tidur di sini." Penyesalan Chris muncul berulang kali karena ia jengkel terhadap dirinya sendiri. "Arrgghh ...." Pria itu melempar punggungnya yang pegal pada sandaran sofa yang nyaman memejamkan mata dan membiarkan wajahnya menengadah menatap langit-langit ruangan. "Pak Chris ...." Chris mendengar suara seorang gadis ya

