"Jangan panik!" Semakin Chris menyuruh Rindu untuk tidak panik maka semakin panik pula gadis itu, ruangan yang sempit dan lampunya yang redup membuat Rindu merasakan sesak dalam dadanya, hingga salah satu tangannya tetap memegang tangan Chris dan satunya lagi ia gunakan untuk mencengkeram kerah bajunya agar terasa lebih longgar. Chris bergerak mencoba meraih tombol panggilan darurat pada samping pintu lift agar seseorang membantu mereka yang terjebak di sana sedang tangannya yang lain tetap ia julurkan agar Rindu bisa mencengkeramnya untuk menghilangkan ketakutan gadis itu. "Saya enggak panik, enggak. Saya, saya cuma ...." Rindu bingung harus bagaimana mendeskripsikan perasaannya saat ini yang jelas ia tidak suka perasaan tertekan dalam ruangan kecil tersebut. Andai saja ia tahu hal ini

