Dingin

1225 Words

"De-rren?" "Sayang, maaf karena aku enggak bilang dulu ke kamu tapi aku lagi di rumah Ayah kamu." Tubuh Rindu menegang, ia mengeratkan gerahamnya hingga membuat urat di lehernya terlihat, hidungnya kembang kempis seiring dengan jantungnya yang berpacu dengan adrenalin. Kemarahan Rindu rasanya tengah diuji, Derren melemparkan bara api yang siap membakar Rindu dengan cara mengusik orang yang paling ingin Rindu lindungi. "Jangan libatkan Ayah!" geram Rindu dengan bibirnya yang rapat. "Sayang ... itu mustahil." Derren mendenguskan tawa membuat Rindu merasa tengah di provokasi. "Iya kan, Ayah?" teriak Derren hingga Rindu dapat mendengar jawaban setuju dari ayahnya. Malangnya ayah Rindu sebab ia tidak mengetahui apa pun tentang yang terjadi saat ini, tentang apa yang Derren lakukan terhadap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD