Ceroboh

1672 Words

"Rindu ijin, Pak. Dia pulang dulu ke kampung katanya ada urusan penting." "Ijin?" Pak Bowo jengkel. Akhir-akhir ini Rindu sering tidak masuk dengan berbagai alasan mulai dari sakit dan sekarang urusan keluarga. "Memang boleh ya ijin mendadak?" Indah bertanya pada Irhen namun Pak Bowo jelas mendengarnya. Pria itu langsung bertolak pinggang dan menggeleng. "Lihat!! Ini contoh yang tidak bagus untuk karyawan yang lain." Omelan itu Pak Bowo lampiaskan kepada Irhen, ia bahkan menunjuk-nunjuk Irhen seolah dirinya adalah Rindu tapi Irhen hanya diam, biasanya Pak Bowo akan berhenti mengoceh kalau lawannya tampak kalah. "Pak! Kalau seperti itu apa ada sanksi?" tanya Indah lagi, Irhen yang berdiri di sampingnya langsung menatap Indah dengan sinis, ia tidak mengerti tapi Indah semakin menjengkelk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD