Irhen berlari dengan kencang dengan ponsel dalam genggamannya, ia tidak bertanya ada apa namun Irhen percaya kepada Rindu. Gadis yang tengah bertugas itu menggunakan lift untuk eksekutif agar bisa langsung sampai ke lantai yang ia tuju. "Tenang, Ndu!" Irhen menempelkan benda tipis itu di telinga selagi menunggu dirinya sampai di lantai 12, tempat yang tidak pernah ia datangi sekalipun. Dikta yang melihat kedatangan Irhen langsung mencegah gadis itu untuk menerobos masuk ke ruangan dengan pintu besar di ujung lorong. Gadis itu tentu saja bukan apa-apa dibandingkan Dikta, tenaganya tidak sanggup melawan pria itu jadi Irhen menggunakan upaya terakhirnya untuk membantu Rindu. "PAK CHRIS KELUAR!!!!!!" teriak Irhen sekuat tenaga, ia bahkan sampai mengepalkan kedua tangannya untuk mendapatkan

