Tangis Rindu reda, ia mulai lelah karena tidak berhenti mengeluarkan emosinya dan pelukan Chris seperti obat. Ada perasaan tenang dan nyaman hingga rasanya Rindu bisa terlelap dalam dekapannya. "Derren, apa dia mati?" Dekapan pria itu membuat suara Rindu hilang timbul. "Harusnya tidak, kau ingin dia mati?" Rindu diam, ia menginginkan Derren menghilang dari hidupnya tapi mati bukanlah jawaban yang tepat. Lagipula itu akan membuat Chris dan dirinya berada dalam masalah. "Ayah!" Rindu melepaskan pelukan Chris dan kembali panik ketika menyadari bahwa tujuannya datang ke sini adalah untuk menyelamatkan ayahnya. Ia mencoba bangkit dari posisinya dengan tangannya yang terus menggenggam jas yang Chris berikan untuknya tadi. Langkahnya bergerak mencari ayahnya ke ruangan lain dengan kakinya ya

