"Bisa kita bicara sebentar?" Irhen menarik tangan seorang pria yang baru saja berbicara dengan security di depan kantor, tanpa segan gadis itu menarik lengan pria berjas hitam yang memegang tablet di salah satu tangannya yang lain tanpa memedulikan protes yang hendak pria itu layangkan kepadanya. Irhen berhenti dan berbalik menatap si pria ketika keduanya sudah sampai di koridor yang sedikit lebih tenang dibanding area lobby yang ramai tadi. "Ya?" Pria itu berdiri dengan gugup ketika Irhen melipat tangan di depannya dengan matanya yang menyipit seolah tengah membaca mimik wajah pria itu sendiri, tubuhnya ia condongkan ke depan dengan bibirnya yang siap mengatakan apa pun sesuai keinginan. "Kamu pasti tahu ada sesuatu antara Rindu dan Boss, kan?" Irhen kali ini mendorong tubuhnya selang

