"See!!" lirih Irhen penuh penekanan, "dia itu kenapa, ya. Aku aja enggak ngerti tapi yang jelas aku sering banget jengkel sama sikap so polosnya itu." Rindu tidak balas mengomentari apa yang Irhen katakan, ia hanya menjadi pendengar saja ketika temannya itu mengoceh sambil memasukan kuah soto ke dalam mulut. Akhirnya Rindu benar-benar tidak bisa menikmati bistik sapi gratis di kantin dan malah memesan soto daging di salah satu warung makan yang jaraknya lumayan jauh dari kantor. Tapi Irhen sengaja memang agar Indah tidak ikut dengan mereka karena alasan motornya tidak bisa mengangkut lebih dari dua orang. Irhen mendorong tubuhnya ke depan melampaui mangkuk sotonya sendiri, ia berucap dengan berapi-api, "kamu tahu enggak, dia nanyain kamu terus ke Pak Bowo hampir setiap hari dengan pertan

