Chris menghentikan mobilnya tepat di depan beranda rumah, para pelayan yang mendengar deru mesin mobil dengan sigap membuka pintu utama namun ketika salah satu dari mereka maju untuk membukakan pintu mobil, Chris memberi isyarat agar mereka tidak melakukannya, tangan Chris terangkat di depan kaca mobilnya dan para pelayan bisa melihat itu. Langkah pelayan itu kembali mundur ke tempatnya. Sedang Chris menyandarkan kepalanya pada stir mobil dengan kedua tangan yang berlipat, sorot matanya tidak bergeming dari menatap wajah polos Rindu yang tertidur, anak rambutnya yang berantakan dan menghalangi hingga kelopak mata gadis itu hendak Chris bereskan namun ia mengurungkannya, Chris ingin menunggu, sedikit lebih lama lagi menatap wajah Rindu. Tapi barangkali ia harus menghentikan kegilaannya te

