"Lho, kak Sachi. Akhirnya ke sini juga. Aku kangen sama kakak." Sachi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Astri. Dia duduk di depannya. "Gimana, sih. Katanya kamu bisa mengatasinya. Tapi kata Savana, kamu sering nangis karena masalah pasien." Sachi mengelus rambut Astri gemas. Anak itu sudah berjanji pada Sachi sesaat dia ke luar kerja, untuk jadi lebih kuat. Tapi nampaknya itu hanya janji tanpa bukti. Namun, Sachi tidak mempersoalkan. Baginya, dunia juga harus dipenuhi oleh orang-orang lugu seperti Astri. Setidaknya anak itu murni, atau tidak mungkin bicara bohong. Pipi Astri bersemu. Dia malu pada Sachi. Sebentar saja, pria yang merupakan mantan atasan Sachi datang. Dia langsung membuka kacamatanya takjub. "Syukurlah. Akhirnya kamu mau kembali bekerja." Pria yang bernama Yoshi

