Episode 6

612 Words
Rasya mengambil gelas berisi air sirup yang disuguhkan oleh mama Emira tadi. Mengamatinya kemudian meminumnya dua teguk. Rasya letakkan kembali gelasnya. Emira hanya memperhatikannya. Kemudian obrolan berlanjut yang Emira sudah mulai menanyakan asal Rasya sebelum pindah ke komplek perumahannya hingga menjadi tetangga. Hari ini boleh saja menjadi tetangga, besok-besok bisa saja jadi pacar Rasya. Eh. Emira sih tidak berfikir ke sana. Tapi Rasya.. yang berharap hal itu terjadi. "Sebelum pindah ke sini, tadinya tinggal di mana Ras?" Enggan memanggil nama lengkap Rasya, kaku kesannya kalau manggilnya Rasya. Akhirnya Emira menyebutkan satu suku kata saja dari namanya Rasya menjadi Ras. "Aku dari Bandung tadinya. Pindah-pindah sih. Pas SD tinggal di bogor. Kemudian SMP nya di Bandung." "Ooo... Kerjaan papa mu pindah-pindah ya?" "Iya, tapi kayaknya sekarang bakalan menetap di sini. Soalnya sudah membuka kantor pusat di sini. Paling nanti papa akan berkala ngunjungin cabang." "Sama kayak papaku. Sekarang dia di Surabaya. Pulang paling cepet sebulan sekali. Kadang malah sampe 3 bulan baru pulang." Emira bercerita dengan membuang pandangan. Kalau Rasya perhatikan ada rasa kesal dan kesedihan di wajahnya. Mungkin rindunya sudah menumpuk pada sang papa. Tapi, bukan itu penyebebnya. Ada sesuatu yang terjadi di sana. "Kenapa kamu dan mama kamu tidak pindah ke sana aja?" Tidak bisa, bahkan tidak mungkin Emira dan mamanya tinggal di sana. Bahkan papanya tidak pernah berniat memboyong istri dan anak semata wayangnya. Pasti ada sesuatu terjadi di sana, kan? "Aku nggak mau, mau di sini aja." ucap Emira sekenanya. Rasya manggut-manggut saja. Ya sudah, Rasya rasa sudah semakin malam. Jam 9 Rasya melihat jam dinding pada tembok ruang tamu Emira. Rasya berniat berpamitan. "Ra, tante di mana ya? aku mau pamit, pulang dulu. Udah malem soalnya." "Bentar ya, aku panggilin." Emira mencoba berdiri dengan susah payah. Tapi, tidak berhasil. Rasanya habis di urut kok malah tambah sakit saja. Rasyapun mendekat, naluri ingin membantu keluar begitu saja. Hingga kini Emira sudah di dalam rangkulan Rasya. "Bisa jalannya?" Emira meringis menahan rasa sakit di lututnya. Sepertinya tidak bisa dipakai untuk berjalan. Bertepatan dengan itu, mama Emira keluar dari ruang tengah. "Kenapa Ra?" mama Emira pun ikut membantu Emira untuk berjalan. Ah.. tapi tetap tidak bisa. Emira di dudukkan lagi di sofa. "Gak apa-apa Ras, kamu pulang aja" ucap Emira. "Terus kamu mau tidur di sofa ini?" "Ya nggak apa-apa, aku udah biasa kok." Tidak, masa lagi sakit tidur di sofa. Rasya mencoba ingin menggendong Emira. Yang membuat Emira kaget dengan perlakuan Rasya terhadapnya. Yang dengan pelan-pelan mencoba mengangkatnya ala bridal style. Berat juga ternyata. Ayolah.. Rasya baru kelas 10, belum sekuat itu tenaganya. Akan tetapi, Rasya harus kuat-kuatin menggendongnya. Melihat tangga, apakah Rasya harus menaiki tangga nya? Kan kamar Emira ada di lantai dua. Ah.. untung mama Emira membukakan salah satu pintu kamar di ruang tengah. Dan malam ini Emira tidur di kamar bawah. Rasya rebahkan Emira dengan pelan, takut lututnya tambah sakit. Emira merasa malu selama berada di gendongan Rasya. Bahkan Emira sudah di rebahkan saja Emira masih malu. Maklum, baru pertama dapat perlakuan kayak tadi. "Makasih Ras." ucap Emira "Sama-sama, besok aku main lagi." Kalimat Rasya yang barusan membuat Emira menganga, "Hah?" Apa perlu seperti itu?. Besok dia mau datang lagi? Mau ngapain? "Ya udah, udah malem. Aku pulang dulu Ra. Tante, saya pulang dulu ya." ucap Rasya sopan sambil menyalami dan mencium punggung tangan mama Emira. "Iya nak Rasya, makasih udah jenguk Emira. Salam buat bu Majid yaa." "Iya tante, nanti saya sampaikan salamnya". Rasya dan mamanya sudah sampai pagar rumah Emira. Rasya ucapkan salam yang di jawab salamnya oleh mama Emira. Dan Rasya berjalan pulang menuju rumahnya. Perasaannya terasa berbunga-bunga. PDKT nya seperti mulus saja. Sudah dulu, besok Rasya bakal main lagi ke rumah Emira. ________________________________________
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD