Kekacauan

356 Words
Seringai senyum ekspresi itu menandakan kepuasan Rajendra akan ciptaannya yang berhasil menghalau ratusan rudal diatas langit. Di halaman kastil megah, tepatnya di halaman teras yang membentang luas, Rajendra mengamati dengan teliti dibalik teropong x ray miliknya. Tangannya cekatan dan langsung melempar jauh teropong yang dipegangnya. Sangat jauh hingga dalam sekejap teropong itu menghilang tak terlihat lagi. "Betapa bodohnya.. ribuan misil yang ditembakkan itu, tidak akan bisa menembus DOM X, dasar bodoh!!" ujarnya seraya terus merutuki misil yang gagal menembus. Langit terus menerus bergetar, menciptakan warna keemasan. "Tuan memang jenius.." tutur seorang lelaki tua, dengan postur badannya yang bungkuk udang. Lelaki tua itu bernama William. Salah seorang yang sangat dipercaya. Rajendra biasa menyebutnya Will. "Segera terbangkan drone T-Bone.. halau semua misil pengganggu itu. Setelah selesai, targetkan semua drone perusak itu ketempat para tikus got bersembunyi!" "Baik tuan. Tetapi, menurut hemat saya. Jika kita mentargetkan ke area tikus got... itu akan mengganggu pasokan listrik. Semua sistem otomatis akan berhenti berfungsi, jjjika tuan meledakkan EV Towers tersebut." Tuturnya terbata, penuh hormat. "Bodoh.. (Meninggi) Bukankah kemarin you bilang kita sudah masuk tahap akhir perkembangan power supply terbesar? Kemana semua formula yang sudah saya berikan?" bentak Rajendra dengan nada tinggi, seraya menarik kerah baju Will, geram. "Bbb.. begini tuan. Tahap akhir yang dimaksud itu adalah riset keseluruhan sistem. Iini akan memakan waktu berkisar satu jam. Kita harus mematikan seluruh sistem dan menggantikannya dengan power station baru.." "Saya tidak perduli dengan semua itu! Segera lakukan semua yang saya perintahkan kurang dari sepuluh menit!! Mengerti!!" Tegas Rajendra sambil merapihkan tatanan rambutnya yang selalu tampil klimis. Dengan electric otoped maha karya ciptaannya, Rajendra segera berlalu pergi dari pandangan Will tanpa sepatah kata pun. "Ttuuann.. tunggu, tunggu tuan!! Akhh.. Bbagaimana ini, sepuluh menit? Sudahlah.." Dari balik saku jaket kulit, dia keluarkan transmitter yang tersambung langsung dengan ratusan drone T-Bone. Di gudang, T-Bone yang berukuran mini dalam sekejap mulai bereaksi. Ratusan mesin meraung, raung dengan sangar. Suara mesin pembunuh yang siap memangsa lawan. Pintu gerbang gudang drone perlahan terbuka. Drone itu segera mengudara, dan langsung pergi menuju titik koordinat yang diperintahkan Rajendra. Dalam sekejap, langit berubah warna semakin keemasan. Hantaman drone dan rudal menggetarkan DOM X.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD