Pecah

413 Words
Suara derap langkah kaki para pasukan mulai memenuhi seisi kota bawah tanah. Langkah itu mulai berhenti, manakala sudah berada disebuah ruang persenjataan. Senjata yang ada disana bukan senjata modern, tapi keseluruhan senjata yang terpajang di tembok adalah senjata tradisional. Senjata seperti Busur panah, tombak, senapan tiup, perisai kayu dan puluhan bilah pedang cakra kembar serta lentera badai. Dalam kurang dari satu menit, para pasukan berkumpul. Mereka semua sudah siap siaga menerima arahan dari jendral perang, sekaligus pemimpin kota bawah tanah. Namanya, Bintang, usianya kurang dari empat puluh tahun. Berpostur tubuh atletis, dengan paras wajahnya yang teduh namun berwibawa. Begitu pula dengan tutur katanya yang lembut saat menyampaikan instruksi ke semua pasukan. Bersamaan dengan suara dentuman rudal yang kian menjadi, Bintang berusaha untuk memberi arahan dengan cepat dan tepat. "Saya lihat sudah lengkap semua disini!" Beberapa pasukan nampak mengangguk seraya menengok ke kanan-kiri. Memastikan semua pasukan sudah lengkap. "Jika ada yang ingin dikatakan. Saya persilahkan!" "Begini, Bintang! Saya sebagai perwakilan dari para tetua ingin menyampaikan beberapa informasi penting." "Teruskan.. Kita sudah sepakat untuk bertindak atas kesepakatan bersama." "Tak lama setelah kita memenangkan pertempuran sengit melawan MannerX. Saya mendapati seseorang lelaki yang seumuran. Tak jauh dari medan pertempuran. Lelaki itu menyampaikan keinginan untuk segera bergabung?!" "Maksudnya, ada kehidupan selain di kota bawah tanah? Ini kabar baik." balas Bintang dengan terkejut mendengarnya. "Ya, sepertinya memang demikian. Jadi kita harus segera menelusuri kebenaran yang disampaikan lelaki tersebut." "Itu tepat sekali..." belum selesai bicara, pasukan lainnya menimpali. "Tapi kita tidak bisa membiarkan rudal sialan itu terus-menerus meledakkan area kota bawah tanah ini!" "Tentu saja itu juga yang harus kita lakukan. Rudal j*****m itu tidak boleh terus menerus meledak di area pemukiman. Begini saja, kita bagi menjadi dua bagian. Saya bersama beberapa pasukan akan memimpin serangan balasan.Sementara tetua Raya akan menunjuk beberapa orang yang akan menyusuri kebenaran perkataan lelaki itu!" "Itu ide bagus. Kalau begitu saya akan pilih lima orang yang akan menemani saya. Sedangkan yang lainnya, saya minta agar membantu Bintang melawan serangan rudal-rudal tersebut. Untuk penyamaran, kita akan keluar melewari pintu sirkumasi udara." "Jika tidak ada hal lain, segera kita lakukan misi ini. Bawa semua kebutuhan senjata yang diperlukan. Dan yang terpenting, tetap fokus jaga diri baik-baik. Kita harus tetap pulang hari ini." Tak lama berselang, terdengar suara ledakkan besar dari sebuah rudal yang menghantam sisi atas ruangan tersebut. "Ayo cepat! Kita lakukan serangan kali ini dengan tetap menggunakan strategi ilusi. Buat perangkap dan hancurkan!" ucap Bintang tegas seraya berlalu keluar dari ruangan diikuti beberapa pukuh pasukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD