Di hari minggu ini, Ale sudah bersiap untuk ke makam sang Bunda. Ale pun sudah meminta izin dengan Bunda Lina, walaupun harus berdebat dengan yang lain dulu. Kini Ale berada di mansion Alexander. Menunggu Ayah dan Abangnya yang tengah bersiap, pastinya ditemani Ken. "Ken, tunggu disini ya. Aku mau naik dulu." Ken mengangguk dan tersenyum. Ale naik menuju kamar Abangnya itu, Ale tau jika tidak di peringati maka Leon akan berlama lama. TOK TOK TOK Ale mengetuk pintu kamar Leon, bukan menggunakan tangannya. Namun, menggunakan palu yang ia ambil tadi. Ale terus saja mengetuk hingga tak menyadari bahwa Leon telah membukanya karna Ale yang sibuk melihat lihat mansion yang telah lama ia tinggalkan. Untung saja Leon degan cepat menangkap palu itu, jadi tak mengenai kepalanya. "Kenapa pa

