bc

AZALEA NOT ALEXIA

book_age18+
7.1K
FOLLOW
35.3K
READ
revenge
reincarnation/transmigration
body exchange
mafia
drama
comedy
humorous
genius
highschool
soul-swap
like
intro-logo
Blurb

Azalea Jennifer Alexander. Gadis cantik. Ber-IQ tinggi. Mempunyai perusahaan yang sangat meningkat pesat. Baik di bidang ekonomi maupun non-ekonomi. Telah lulus S1 saat usianya masih 16 tahun. Dan, leader mafia Black Wolf.

Lea bertransmigrasi ke raga Alexia Amora William.

Gadis bermakeup tebal, suka mem-bully orang yang dekat dengan Lelaki yang dicintainya. Berpakaian ketat. Dan dibenci oleh para lelaki di anggota keluarganya, bahkan di sekolahnya pun banyak yang membencinya.

chap-preview
Free preview
PROLOG

Azalea Jennifer Alexander. Putri tunggal keluarga Alexander. Memiliki kakak laki laki yang sangat sangat mencintainya, yaitu Leon Adinata Alexander. Lea telah lulus S1 diusia nya yang masih remaja.

Ia juga sudah mulai merintis perusahaannya dari SMA hingga sekarang S1, Perusahaan yang di bangunnya juga berkembang pesat, hingga hampir mengalahkan perusahaan Alexander yang berada pada tingkat teratas perusahaan terkaya dan terbaik diseluruh dunia.

Lea juga seorang Leader Mafia Black Wolf. Mafia yang Ayah nya dulu pimpin, kini ia turunkan pada Lea, karna Leon sibuk mengurus perusahaan Keluarga Alexander.

Saat ini, Lea sedang menjalankan misi. Untuk menghabisi musuh Ayahnya yang sangat sangat Licik.

Lea yang memakai pakaian serba hitam, masuk melalui jendela.

"Queen, dari arah utara ada 20 pengawal yang mengarah ke kita. Mungkin mereka sudah tau bahwa kita ingin menyerang." Ujar Dika salah satu hacker di Mafia Black Wolf.

Lea mengernyit, pasalnya ia baru masuk. Tak mungkin langsung diketahui oleh musuhnya. Hingga akhirnya ia tersadar bahwa ada pengkhianat di Mafianya.

"Dika, kalau Gue gak berhasil keluar dari sini. Lo cari pengkhianat yang ada di Mafia. Dan kalau gue suruh lo pergi, Lo harus pergi. Jangan membantah, ini perintah!!" Ujar Lea tak memberi cela Dika untuk berbicara.

"Huhh.. baik Queen. Tapi, saya mohon. Kita harus keluar bersama sama." Ujar Dika dengan tampang memelasnya.

'Saya juga inginnya begitu, tapi firasat saya tidak enak.' Batin Lea.

Pengawal yang berjumlah 20 orang itupun datang. Mereka mengepung Lea dan Dika dari berbagai sisi. Lea langsung menghajarnya begitupun dengan Dika.

Bugh

Bugh

Bugh

Krakk

Splashh

Bunyi pukulan, patahan anggota tubuh, dan penggalan dari samurai Lea yang menggema di Gedung tua itu.

"Queen, ada 50 orang yang menuju kesini dengan musuh kita itu. Bagaimana ini Queen?!" Ujar Dika panik, ia tahu Lea bisa menghabisi mereka semua. Namun, perkataan Lea tadi seperti ada yang mengganjal dihatinya.

"Kalau gue hitung 1 sampai 5 kita lari yah. Lo siap siap." Ujar Lea mengambil ancang ancang.

"Satu...

"Dua...

"Tiga...

"Empat...

"Lima... Larii!!" Ujar Lea. Dika berlari terus menerus, hingga tak melihat bahwa Lea tak berlari bersamanya. Sesampainya diluar Gedung ia merasa ada yang kurang.

Dika berbalik, benar saja Lea tak ikut bersamanya. Saat ingin berbalik masuk, Gedung itu meledak. Membuat Dika terhempas akibat ledakan itu. Beberapa bagian tubuhnya mengalami Luka bakar.

Dika segera menelfon Anggota Inti yang lain. Dengan tangan yang gemetar, ia melihat ke arah gedung tua yang perlahan hangus itu.

"Quennn... hiks" Dika tak menyangka bahwa apa yang diucapkan Lea tempo hari akan ia wujudkan hari ini.

"Gue akan balaskan dendam Bokap gue. Walaupun nyawa gue taruhannya. Kalau sampai nyawa gue taruhannya, Lo harus temui bokap gue dan minta abang Gue gantiin posisi gue." Ujar Lea

Dika semakin terisak mengingat perkataan Lea. Lea... yang tak seperti Leader mafia yang lain, yang dingin, kaku, irit bicara. Tidak! Lea tak seperti itu. Lea yang absurd, Lea yang receh, Lea pembawa kebahagiaan baginya.

Kini.. Ia telah tiada, telah hangus bersama musuh bebuyutan Ayahnya yang membuat sang Ibunda dulu merenggang nyawa karna musuhnya itu.

'Lo udah nepatin janji lo. Yang tenang disana.. Lea-ku' Ujar Dika dalam hati. Tak lama setelah itu, anggota inti Black Wolf datang.

Mereka juga sama terkejutnya dan mulai berkaca kaca. Queen-nya, penyelamat hidup bagi yang membutuhkan, sang pembawa kebahagiaan. Kini lenyap di terkam sang Api.

Malam itu, mereka pergi ke Mansion Alexander. Membawa kabar duka itu. Seluruh keluarga yang memang sempat berkumpul itu, shock dibuatnya. Lea putri tunggal keluarga Alexander. Telah tiada. Bahkan mayatnya pun tak bisa ia lihat.

Ayahnya Lea terjatuh dilantai, menatap kosong kearah bingkai foto yang terdapat seorang anak remaja yang tersenyum memakai pakaian wisuda bersama lelaki paruh baya dan pemuda. Ia menatap lama fotonya dan kedua anaknya.

"Kenapa kedua perempuan yang kucintai pergi meninggalkanku? Apa aku tidak becus mengurus mereka sehingga mereka dipanggil sang maha kuasa? Apa salahkuu?" Lirih Ayah Lea. Abang Lea yang mendengar itu ikut duduk dan memeluk ayahnya sambil menangis.

Mereka yang ada disana tak bisa lagi menahan tangisnya. Di mansion Alexander, hanya ada suara tangisan yang terdengar. Bahkan para Maid dan Bodyguard pun ikut berduka atas kematian sang Putri Tunggal Alexander.

Lea.. si ceria

Lea.. sipembangkang

Lea.. si usil

Lea.. si pembawa tawa dan bahagia

Selamat jalan.. Lea.

Disisi lain, tepat sebelum Lea meledakkan gedung itu. Ada seorang gadis yang berlari memakai gaun pesta yang sangat terbuka.

Alexia Amora William. Gadis cantik yang tertutupi oleh makeup. Gadis yang selalu dikatai Jalang oleh semua orang disekolahnya.

Ale yang awalnya memiliki IQ yang pintar, tiba tiba menurun akibat sibuk mengejar cintanya. Dan memberi pelajaran bagi siapapun yang mendekati laki laki tersebut.

Dan yang sering dibully olehnya ialah Ana. Karna ana adalah perempuan yang dicintai oleh laki laki yang disukai Ale. Dan Ana juga adalah anak adopsi dari Ayah Ale. Makanya Ale dibenci oleh Ayah dan kakak kakaknya.

Ia berlari tak menentu arah sambil menangis. Ia terus mengingat perkataan Abang dan lelaki yang dicintainya.

"Lo itu yang Jalang, b***h!"

"Hanya ana adik gue sekarang!!"

"Lo ngaca dong, lo itu jalang. Gak pantes buat Gue. Dan gue udah pacaran sama Ana!!"

"Dasar jalang, f**k!"

Ale merasa sangat terpukul. Baru kali ini ia dikatai dengan sebutan 'Jalang' oleh Abang dan lelaki yang dicintainya. Walaupun Abang abangnya tak menyukainya. Tapi, mereka tak pernah mengatai Ale dengan sebutan itu.

Dan ini pertama kalinya. Mereka mengatai Ale dengan sebutan itu. Ale memang memakai makeup tebal dan baju yang sangat ketat. Tapi, bukan berarti ia Jalang.

Ia hanya ingin diperhatikan oleh Abang dan Ayahnya. Karna semenjak Ana masuk dalam kehidupannya. Semuanya berubah, awalnya biasa saja saat Ana mendekati Laki laki yang dicintainya.

Tapi, lama kelamaan. Ana juga menghasut Ayah dan Abang nya untuk membenci dan membanding banding kan nya dengan Ana. Kecuali, Bunda nya Ale yang tak percaya.

Bundanya juga sudah beberapa kali menjelaskan tentang sikap Ana terhadap Ale. Hanya mereka tak percaya padanya.

Dari situlah, Ale selalu membully Ana di sekolah. Bukan hanya alasan merebut laki laki yang dicintainya saja. Tapi juga, Ayah dan kakak kakaknya.

Ale yang tak memperhatikan jalan pun. Tak melihat bahwa ada mobil dari arah berlawan tempat ia berlari. Ale terus berlari tak memperdulikan sinar yang mulai mendekat itu.

BRUKK

Tubuh Ale terpental sangat jauh, kepalanya terbentur oleh Batu. Dan mengakibatkan kepalanya mengeluarkan banyak darah, tangannya yang cedera. Mobil yang menabrak pun, segera pergi dari sana.

Samar samar Ale mendengar bahwa sudah banyak warga yang berdatangan. Ale berusaha untuk membuka matanya. Tapi sulit!

"Tuhan.. Ale capek. Ale pengen pulang." monolognya lalu menutup mata.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Another Life - Revenge and Love

read
28.3K
bc

Cruel Romance 21+

read
173.3K
bc

Suamiku Menghilang Setiap Malam

read
7.8K
bc

Possesive Ghost (INDONESIA)

read
114.7K
bc

Oh My Kaisar

read
23.1K
bc

Damar, Pangeran Dari Negeri Halimun

read
78.2K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
19.9K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play