Part 41

749 Words

Ale berjalan dengan anggun menuju panggung itu. Ia mengode seseorang dibelakang panggung untuk menyalakan musik. Ale mulai menyanyikan lagu, bahkan baru bait pertama semua sudah terpana. Gadis itu membawakan lagu dengan syahdu. Bukan karna menjiwai, namun karna membayangkan kelanjutan hidup Ana dkk selanjutnya. Ale menatap Ken yang juga tengah menatapnya. Liodra yang melihat itu semakin mendekatkan bokongnya dengan paha Ken. "Kamu ngapain liat dia sih?!" bisik Liodra pada Ken. Ken yang mendengar itu, merinding. Ia mengusap tengkuknya. "Ya kan dia ada di depan! masa gue natep ke belakang!" ketus Ken. Setelah lagu yang dibawakan Ale selesai, semua bertepuk tangan. Kecuali 'mereka'. Ale pun tersenyum senang. "Permisi, saya minta waktunya sebentar. Saya ingin memberikan pertunjukan. Si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD