3.Deg deg an

2351 Words
Dua hari kemudian aku,Karin dan Sinta bersorak ketika kami bertiga di nyatakan di terima masuk Cheers dari 30 orang yang ikutan audisi,kami bertiga termasuk 10 orang yang di terima.Tepat sesuai dugaan Karin,kami jadi lebih aman keluyuran di sekolah.Senior kelas XI kelihatan takut untuk macam macam pada kami bertiga,terlebih pada Sinta yang punya kakak alumni sekolah juga. Aku jadi berani keluar kelas dan ikut nongkrong di kantin dengan anak anak anggota Cheers yang anak kelas XI juga.Ada yang cukup akrab dengan kami,yaitu Clara dan Putri.Kalo Karin malah sudah bikin genk dengan Dua senior itu dengan Sinta plus dua cowo angkatan kami,yang salah satunya cowo Putri.Andi namanya,anak X 2 yang suka banget nenteng gitar kemana mana,dan aku di buat tercengang sewaktu dia memainkan gitarnya di kantin sekolah.Gara gara Karin yang bilang aku jago nyanyi.Satu lagi Rengga teman sekelas Sinta,yang wajahnya terlihat ramah banget. "Suara elo keren Queen!"komen Andi sewaktu selsai mengiringi aku bernyanyi Aku tertawa menanggapi pujiannya. "Kenapa ga elo ngisi kekosongan ekskul paduan suara?,bantuin gue deh jadi ketua paduan suara yang sepi peminat!"cetus Putri karena dia ketua Seksi kesenian sekolah untuk angkatan kami. "Bukannya ada ketuanya ka Putri?"tanyaku Putri menghela nafas "Mundur pas gagal bawa paduan suara kalah pas lomba tingkat sekolah!gue jadi rangkap jabatan"keluh Putri Aku terdiam "Berapa orang ka yang ikut ekskul padesu angkatan aku,dan angkatan kaka?"tanyaku "Angkatan gue ga ada Queen,yang kelas X ada sekitar 15 orang,tolong ya bantu!"kata Putri terdengar memohon Aku diam "Udah cong,elo kan emang suka nyanyi!"kata Karin mendukung "Okey deh,aku coba!"kataku Putri berbinar "Maksih yak!,elo bisa pakai ruang kesenian klao mau latihan!,tar gue kenalin sama anak anak padesu!"jelas Putri Aku hanya mengangguk. Kalo Karin sudah bertemu dengan komunitasnya,aku memilih tidak ikutan.Aku tidak berani harus izin ikut dugem atau nongkrong di tempat gaul jakarta.Karin dan Sinta tidak memaksa dan mereka tetap menemaniku di sekolah. Aku malah jadi sering nongkrong dengan genk an Nino.Ya kalo jam kosong doang sih,kalau pas keluar main aku tidak berani,soalnya penuh dengan cowo cowo yang mayoritas merokok.Nino juga melarang kalau keluar main aku ikutan nongkrong,aku paling ikutan nongkrong dengan Sinta dan Karin.Semua berjalan lancar dan aman. Aku malah semakin dekat dengan Nino di sekolah.Aku menikmati sekali moment aku nongkrong dengan 4 cowok keceh badai di sekolah,dan aku semakin tidak tersentuh dari bullyan.Gimana aku bisa di bully,kalo di sekitarku berkeliaran empat cowok cowok seperti bodyguards.Kalo aku nongkrong di kantin pojok bersama mereka,aku juga aman.Mereka jagain aku banget.Apalagi Nino.Kadang sikapnya bikin aku baper ga jelas.Ampun deh.Kalo aku ikutan nongkrong dia lebih suka duduk di sebelahku di banding ikutan ngerokok atau makan seperti yang lain "Elo kalo ngerokok jangan dekat Queen,jauhan tar anak orang bengek!"usirnya pada siapa pun yang mendekat padaku kalau aku ikutan nongkrong di kantin termasuk mengusir ke tiga temannya juga "Ribet lo!,orang Queen juga ga ribet"gerutu Roland menjauh Ngomongin soal Roland,aku ternyata salah,aku pikir dia tengil dan sok ganteng,ternyata dia baik banget.Kalo aku mau jajan,dia suka bantuin aku pesen makanan dan sesekali bayarin aku juga,ya walaupun sama seperti 3 cowok lain,yang harus juga nyontek PR atau tugasku.Aku tak pernah keberatan membantu mereka berempat,toh mereka juga baik banget sama aku.Memang sih m***m m***m mereka ber empat,tapi sama aku gak pernah kurang ajar juga.Khusus Roland ternyata dia juga pintar,dia tak pernah tuh asal nyalin pekejaanku tapi selalu bertanya atau memdebat sesekali.Aku pikir dia cuma malas mikir aja. Sampai kemudian Nino datang ke rumah untuk menjemputku ke acara pertandingan futsal yang dia ikuti bersama tiga temannya Aku sudah menolak ikut,tapi Nino tetap datang ke rumahku.Hari sabtu tuh,mama dan papaku ada di rumah,aku takut mereka ga suka kalo Nino datang jemput. "Kenalin mah,pah!,ini Nino teman sekelas aku!"kataku memperkenalkan Nino begitu Nino sampai rumahku. Mamaku memperhatikan penampilan Nino yang memakai skinny Jeans sobek sobek di lutut dan kaos hitam junkies plus sepatu kets putih.Kalo aku terpesona lihat penampilan keren dia,mamaku malah ga berhenti menatap Nino tanpa berkedip. "Aku Gerenino Sumarin,biasa di panggil Nino!"katanya memperkenalkan diri "Dave,om papanya Queen"kata papaku menjabat tangan Nino Nino tertawa pelan "Pantes anak om cakep!,om bule ya?,ganteng juga!"komen Nino Papaku tertawa pelan "Bisa aja kamu!"jawab papaku "Trus wanita cantik ini siapa?"godanya pada mamaku Mamaku tersenyum canggung "Sophia,tante mamanya Queen!"jawab mamaku menyambut juga uluran tangan Nino "Wah,om emang bisa aja nyari istri cantik,rugi ya om karena om ganteng!"goda Nino lagi Papaku tertawa lagi,sedangkan mamaku masih tersenyum canggung. "Ayo silahkan duduk No!"perintah papaku mempersilahkan Nino menurut.Mamaku ikutan duduk di sebelah papaku,dan aku duduk si sofa ruang tamu rumahku berhadapan dengan Nino "Ada maksud apa kamu ke sini?"tanya papaku "Niatnya sih mau ajak anak om keluar,hari ini aku sama teman temanku ada pertandingan futsal di klub,dan putri om janji mau nonton,jadi aku jemput"jelas Nino Aku diam menyimak "Benar kamu janji nonton?"tanya papaku Aku mengangguk ragu "Kalo papa izinin,kalo ga ya aku ga berangkat!"kataku pasrah "Lalu jam berapa pertandingannya?"tanya papaku beralih pada Nino lagi "Sejam dari sekarang,jam 5 aku tanding om,dan sekrang jam 4"kata Nino menunjukan jam tangannya. "Hm...lalu kenapa kamu bukan siap siap nak?"tanya papa padaku Aku terbelak "Emang boleh pah?"tanyaku tidak yakin "Kamu mau pergi ga?,kecuali kamu ga mau pergi!"kata papaku Aku langsung bangkit "Aku ganti baju dulu!"pamitku girang menuju kamarku. Aku langsung ganti baju rumahku dengan kaos dan celana jeans plus switer.Aku juga pakai sepatu ketsku "Nino bisa di percaya kan?"tanya mamaku ternyata menyusulku ke kamar. "Emang kenapa mah?"tanyaku sambil pakai sepatu kets ku "Gayanya berandalan gitu"komen mamaku Aku tersenyum "Tapi papa ngasih izin tuh aku pergi sma Nino!"jawabku sambil bangkit berdiri karena selesai pakai sepatuku Mamaku terdengar menghela nafas "Pastikan handphonemu menyala biar mama bisa ngecek keberadaanmu!"perintah mamaku "Siap mamaku!!"jawabku sambil mencium pipi mamaku lalu mengambil tas selempangku yang berisi dompet,dan handphoneku. Ini kali pertama aku keluar dengan cowo dan tanpa Karin.Wajar kalo mamaku khawatir.Sampai di lapangan futsal,Nino menumpuk tas tas olahraga yang mereka bawa mengelilingi tempat dudukku. “Gue kaya dagang tas”komenku. Nino tertawa. “Ngeri gue kalo tinggal elo sendirian,cowok cowok semua gini”jawabnya Gantian aku tertawa. “Gue berani kok”sanggahku “Elo mah jadi cewek oon banget sih Non,elo ga lihat cowok cowok udah dari tadi mupeng lihatin elo?,udah gue main dulu,biar tas tas ini yang jagain elo”pamitnya lalu bergabung dengan yang lain. Aku tersenyum.Aku menikmati moment menonton mereka main bola sampai Nino mendekat lagi. “Ino mau minum?”tanyaku sambil mengacungkan botol air mineral padanya Nino tertawa. “Cium aja boleh ga Non?”godanya Aku terbelak dengan wajah merona. “Tampol mau?”tanyaku dan Nino tertawa Aku langsung merona saat Nino dengan santai buka kaos bolanya yang basah di depanku “Napa lo?”tanyanya. “Ino malu…..”rengekku melengos dan dia terbahak. Aku masih memalingkan wajahku saat Nino sudah duduk di sebelahku meloncati tumpukan tas. “Udah Non….”katanya Aku menoleh sambil tersenyum.Untung udah pakai baju lagi. “Kok ga main lagi?”tanyaku “Gue ngeri tinggalin elo sendiri”jawabnya Aku tertawa. “Gue berani kok duduk di sini sendiri”jawabku mengulang. “Gue yang ga berani tinggalin elo sendiri Non”jawabnya tanpa menatapku “Kenapa?”kejarku mencari tatapan Nino Nino menghela nafas saat dia menatapku “Karena gue nothing kalo ga dekat elo”jawabnya sambil cengar cengir Aku tertawa tanpa suara menyembunyikan debaran jantungku “Mau sih bang di halalalin”balasku menggodanya Gantian Nino terbahak,Dan aku tiba tiba terbelak saat aku sadari tangan Nino yang meremas tanganku.Nino tersenyum dan membuatku jadi tersenyum juga.Aku membiarkan tanganku dalam genggaman tangan Nino walaupun aku harus berusaha keras mengendalikan debaran jantungku dan memalingkan wajahku yang merona.Hadeh….masa aku mesti terpesona juga sih sama b******n bernama Gerenino Dean Sumarin??.  Nino lalu memgantarku pulang lagi sesuai janjinya pada papaku. "Apa Nino itu anak pemilik Sumarin Group?"tanya papaku begitu Nino pamit pulang begitu selesai mengantarku pulang. "Aku ga tau sih pah"jawabku "Emang Sumarin Group perusahaan apa pah?"tanya mamaku "Kontraktor swasta besar.Setau papa,memang punya putra seumuran Queen dan anak gadis yang masih remaja juga"kata papaku Aku jadi ingat cerita Gendis yang bilang kalo Nino itu anak orang kaya karena papanya punya perusahaan kontraktor besar. "Kayanya iya deh pah!"kataku "Kamu tau darimana?"tanya mamaku "Teman sebangkuku yang cerita!"jelasku "Trus kamu suka sama Nino?"cecar mamaku Aku merona "Mama apaan sih?"keluhku tersipu Papaku yang duduk di sofa berdampingan dengan mamaku tertawa "Kenapa ga sayang,bukan karena dia anak orang kaya,papa hanya suka sikap dia yang gantleman dengan berani jemput kamu ke rumah dan mengembalikan kamu sesuai janjinya oada papa.So far....papa lihat dia bertanggung jawab di balik gaya dia yang urakan"komen papaku "Jangan langsung nilai bagus,kita belum tau aslinya gimana!"sanggah mamaku Papaku tertawa lagi "Minimal kesan pertama yang dia tunjukan,udah bikin papa percaya melepas anak kita keluar tanpa pengawasan"jawab papaku Aku tersenyum "Kamu sudah makan?"tanya mamaku "Nino udah traktir aku makan tadi sebelum antar aku pulang mah!"kataku "Hal baik lain yang dia lakukan dan menunjukan kalo dia lelaki bertanggung jawab!"komen papaku Aku tertawa dan mamaku masih cemberut. "Apa ini kode kalo aku udah di kasih izin pacaran?"godaku Papaku tertawa "Boleh kamu pacaran kalo lelaki yang jadi pacarmu lulus sensor penilaian kami!"jawab mamaku "Dasar penilaiannya?"tanyaku Mamaku menatap papaku sebentar,papaku terlihat menghela nafas pelan. "Tidak ada kriteria khusus nak!,cukup dia berani menghadapi papa untuk ajak kamu kencan dan mengembalikan kamu lagi ke rumah dangan selamat,dan kamu tidak usah backstreet kalo kamu pacaran,kenalkan pada papa dan mama,termasuk siapa pun teman teman kamu.Papa bukan orang tua yang ortodoks,papa tau kamu tidak akan jadi gadis kecil papa terus.Kamu sudah remaja sekarang.Dan itu cara papa mengawasi pergaulanmu dengan papa mengenal setiap teman temanmu"jelas papaku Mamaku memgangguk mengiyakan "Mama sih berharap kamu bisa memilih teman seperti Karin yang selalu membantumu,di kala kamu sehat dan sakit,mama senang kamu bergaul dengan Karin.Semoga kamu dapat teman lain seperti Karin ya!"kata mamaku Aku tersenyum "Kalo teman cowo?,apa aku boleh temanan sama cowo?"tanyaku "Tidak masalah,selama teman teman cowomu bisa menghargai kamu sebegai perempuan dan menjagamu juga"jawab mamaku Aku berbinar "Serius mah?"tanyaku "Kenapa ga?,kamu sekolah di sekolah umum sekarang,pasti kamu bergaul juga dengan teman lelaki.Sepanjang dia bersikap seperti yang mamamu bilang,ya papa tidak akan melarang!"kata papaku Aku tertawa senang lalu bangkit memeluk ke dua orangtuaku "Makasih mah,pah!"ungkapku sambil mencium pipi keduanya Mama dan papaku tertawa "Udah sana mandi dan istrirahat,kamu bau keringat"ledek mamaku Aku tertawa lalu bangkit "Okey....aku masuk kamar ya!,good night pah mah !"pamitku "Good Night sayang!"kata mamaku Aku berlalu ke kamar dengan riang. Tak ada yang banyak berubah walaupun Nino pernah menjemputku ke rumah.Kami tetap hanya akrab di sekolah,begitu pun keakrabanku dengan 3 teman Nino yang lain. Sampai aku pingsan di kelas sewaktu jam keluar main.Mamaku sudah melarang aku masuk sekolah takut aku kecapean karena aku baru pulang LDKS anggota kesenian OSIS di cibubur,tapi aku bersikeras masuk.Karin dan Sinta malah tidak masuk karena merasa lelah.Hanya aku yang masuk sekolah hari itu. Dan siapa yang panik begitu aku pingsan?,ternyata Nino yang panik menggendongku seorang diri ke UKS sekolah.Aku tau begitu aku sadar dari pingsan. "Astaga Non...jangan bikin kaget apa!,gila lo pingsan di kelas gini,harusnya kalo elo sakit,jangan masuk sekolah!"keluh Nino kelihatan khawatir begitu aku sadar Aku tersenyum lemah. "Maaf...dan makasih ya!"kataku lemah Nino tersenyum sambil mengusap rambutku lembut. "Iya...istrirahat dulu ya!,nanti pulang gue antar!,Karin ga masuk,ga ada yang bisa antar elo pulang"kata Nino Aku tersenyum dan mengangguk "Makasih!"kataku sebelum memejamkan mataku karena aku merasa pusing menyerangku lagi. Usapan Nino di kepalaku membuat aku terlelap.Sampai waktu pulang sekolah tiba,ke empat cowo cowo itu mengantar aku pulang.Aku masih lemas sekali begitu Nino mendudukanku di sofa ruang tengahku.Bibi sibuk menyediakan teman temanku minum dan menyuruh keempatnya makan.Aku sendiri di suapi Nino makan.Aku menurut karena Nino memaksa aku trus makan.Selesai makan mereka pamit pulang "Istirahat ya Le"perintah Omen saat pamit pulang. Aku mengangguk "Maksih ya Men!"kataku lirih "Gue juga balik ya!"pamit Roland Aku mengangguk dan mengucapkan terima jasih juga "Cepat sehat ya Noni,ga ada elo,tar Karin tayang tayang ga mau dekat dekat gue,susah gue PDKT"kata Obi Aku tertawa lemah "Iya Obi!!"kataku pelan Mereka bertiga berlalu.Aku pikir Nino ikut pulang,ternyata Nino bertahan "Elo ga pulang?"tanyaku melihat Nino kembali ke ruang tengah di mana aku merebahkan tubuh lemahku dia sofa panjanf ruang tengah dengan selimut menutupi sekujur tubuhku sampai batas leher.Selimut yang di ambil bibi atas perintah Nino Nino duduk di karpet dekat sofa yang aku pakai tiduran. "Gila kali lo!,elo berdua sama bibi doang,dengan kondisi elo yang sakit,ga deh Non,kalo ada apa apa,gimana?.Gue bakal pulang kalo nyokap bokap elo pulang!"katanya Aku tersenyum "Kenapa elo selalu perhatian sih sama gue,bikon baper"ledekku Nino tertawa lalu menatapku lekat.Dia perlahan mengusap kepalaku lembut "Ga tau gue juga,bisa khawatir gini sama elo.Padahal elo repotin gue mulu,mana tukang perintah sama marah marah"jawabnya Aku merengut "Kalo ga ikhlas pulang sana!"usirku Nino terbelak "Gila lo ya!,gue gendong elo pas pingsan dari lantai satu sampai UKS lantai dua,bukan bilang makasih malah usir gue"keluh Nino cemberut Aku tertawa pelan "Maksih ya!,elo emang yang paling baik!"kataku lalu mencium pipinya lembut Nino tertawa "Anjir nyosor!!"ledeknya Aku tersenyum lalu memejamkan mataku lagi.Habis Nino tidak berhenti mengusap kepalaku lembut. Nino hampir pamit pulang begitu aku bangun dari tidurku.Tapi aku malah jatuh pingsan,dan begitu sadar aku sudah di rumah sakit.Kedua orangtuaku dan Nino tampak cemas saat mengobrol dengan dokter di UGD rumah sakit Dokter mengdiagnosa aku harus transfusi darah karena HB darahku yang kelewat rendah. "Jadi kita butuh 6 kantung darah untuk transfusi pak!,dan yang jadi masalah stok darah sesuai dengan putri bapak keberulan habis.Bapak harus segera cari donor darah atau datang ke PMI pusat di senen"jelas dokter "Ambil darah saya dok!"kata papaku Dokter menggeleng pelan "Maksimal darah yang bisa di ambil dari pendonor itu maksimal 2 kantung pak!,kalo saya ambil 6 kantong dari tubuh bapak,gantian bapak yang sakit"tolak dokter Papaku terdiam "Apa resiko kalo tidak tranfusi dok?"tanya mamaku "Hm...yang paling pasti,putri ibu tidak akan bisa bangun dari tempat tidur dan untuk jangka panjang bisa kehilangan kesadaran"jelas dokter Aku melihat raut wajah papaku menegang "Gimana ini pah?"tanya mamaku cemas Aku hanya mampu menyimak pembicaraan dokter.Mamaku beralih ke sisi tempat tidur dan meremas tanganku. "Golongan darahnya apa dok?"tanya Nino tiba tiba "Darah kebanyakan orang,A plus!"jawab dokter "Kalo gitu ambil darah saya,sama A plus,biar sisanya kita cari om!"kata Nino "Tapi No?"tolak papaku "Om lambat nih!,ayo dok kita mulai ambil darah saya!,ga bisa nunggu lama kan?"tanya Nino sambil merangkul bahu dokter berlalu dan mengabaikan penolakan papaku "Anak itu benar benar penuh kejutan"komen papaku sambil berlalu menyusul Nino dan dokter keluar "Sabar ya nak!,kamu beruntung punya temen sebaik Nino"kata mamaku sambil mencium keningku Aku hanya tersenyum karena hanya iyu yang bisa aku lakukan saking aku lemas.Aku tak lama terlelap lagi dan terbangun ketika dokter bersiap melakukan transfusi "Elo mesti sembuh Non,janji!"pinta Nino sambil menggenggam tanganku Aku mengangguk lemah. Dan mulailah aku melakukan transfusi.Ternyata transfusi itu rasanya sakit sekali di awal darah masuk ke tubuhku.Darah papaku,darah Nino dan dua kantong darah hasil pendonor yang aku tidak tau siapa.Efek setelah tranfusi yang membuatku kepayahan.Aku menggigil hebat karena rasa dingin yang tiba tiba menyerangku.Gigiku sampai gemeletuk saking dinginnya. Kedua orangtuaku kelihatan panik sedangkan Nino sibuk membentak dan teriak pada suster untuk membawakan selimut.Dia memeluk tubuhku dan akhirnya di ikuti kedua orangtuaku "Non!!,please Non,tahan ya!!"pintanya dengan berurai airmata. Mamaku jangan di tanya,wajahnya sudah penuh dengan airmata,begitu juga papaku yang memeluk kakiku sedangkan mamaku memeluk area sekitar perutku karena Nino sudah memeluk bagian atas tubuhku.Suster datang dengan setumpuk selimut dan Nino langsung menyelimuti tubuhku berlapis lapis dengan selimut lalu memelukku lagi. Keadaan ini berlangsung sekitar satu jam.Sampai aku merasa mulai menghangat karena dokter memerintahkan ketiga orang yang menjagaku untuk menggosok kedua telapak tangan dan kakiku untuk mentransfer panas tubuh. "Makasih...No!"bisikku lirih sambil menggenggam tangannya begitu aku merasa sudah tidak menggigil lagi "Non...jangan gini lagi ya,gue takut elo mati!"ungkapnya sambil mencium tanganku yang terpasang jarum infus dan dia gosok dari tadi Aku tersenyum menanggapi permintaannya.Aku merasa kantuk menyerangku lagi,dan Nino terus mengusap telapak tanganku sampai aku merasa tak cuma tubuhku yang merasa memghangat tapi juga hatiku. Makasih No,aku berhutang dua kantung darah padanya dan berhutang semua kebaikannya padaku  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD