2.Teman teman baru

2973 Words
Semenjak itu aku semakin dekat dengan Nino,ya cuma di sekolah sih.Dia masih suka meledekku,tapi aku sekarang santai menghadapi sampai suatu kejadian membuatku semakin dekat dengan Nino. Hari itu aku kena bully di kamar mandi gara gara aku bersedia di ajak kenalan dengan kakak kelasku.Ibrahim namanya,dan biasanya di panggil Baim.Aku sebenarnya tidak menanggapi juga sewaktu Baim ngajak aku kenalan.Hampir lupa malah.Tapi berita Baim menggoda aku terdengar juga oleh kakak kelasku,anak XI -2 yang kata Karin sih mantannya Baim. Kakak kelasku itu pikir aku yang menggoda Baim sampai mereka putus.Praduga yang salah itu membuat aku berkali kali kena bully.Dan puncaknya sewaktu aku ke toilet wanita di lantai 1 dekat kantin.Waktunya pas jam pelajaran,jadi suasana sepi banget. Aku di rubung 5 orang kakak kelas di toilet.Badanku di dorong dengan keras ke tembok toilet dan tali Bra ku di tarik kenceng banget sampai aku menjerit karena perih.Belum kata kata kasar yang keluar dari mulut mereka.Aku pikir aku ga akan selamat kali ini.Parah deh.Untungnya aku tidak pingsan karena takut.Dan setelah menyerangku,mereka semua dengan santai melenggang keluar toilet.Aku buru buru keluar.Beruntung pas aku keluar,ada Nino yang baru keluar dari toilet cowok "Elo kenapa?"tanyanya panik di depan toilet wanita yang tampak lenggang karena masih jam pelajaran. Aku malah sesegukan dan menangis sambil memeluknya "Gue takut No,tadi kakak kelas nyerang gue di kamar mandi.Punggung gue perih banget soalnya tali Bra gue tadi di tarik"keluhku sambil trus menangis Terdengar helaan nafas Nino dan pelahan tangannya mengusap punggungku "Ayo ikut gue!"katanya sambil menarik tanganku setelah melepaskan pelukanku "Kita masih ada kelas"tolakku berusaha menghentikan langkahnya "Gue temenin elo bolos.Ga mungkin juga kan elo masuk kelas dalam kondisi nangis gini,mana bareng gue lagi"katanya tetap berusaha menarik tanganku Aku terdiam berpikir "Tapi kita mau kemana?"tanyaku "Ikut gue aja dulu"katanya mulai menarik tanganku lagi "Tapi bukan ke guru BP kan?"tanyaku takut Dia menghentikan langkahnya "Gue ini sering keluar masuk ruang BP,ruang BP bikin gue alergi"jelasnya Aku menghela nafas lega lalu pasrah saat dia menarik tanganku lagi "No elo mau ngapain bawa gue ke sini?"tanyaku sambil berusaha menahan langkahku ketika aku menyadari kalo dia membawaku ke gudang di belakang sekolah "Gue mau perkosa elo"jawabnya menoleh ke arahku Aku terbelak dan langsung panik "Ih lepasin ga!"kataku meronta berusaha melepaskan diri Dia malah mempererat cekalan tangannya lalu memepetku di tembok dan membekap mulutku "Ih elo berisik banget sih,tar ketauan kita bolos,kalo elo diam gue lepasin bekepan gue.Deal?"katanya Aku mengangguk.Nino buru buru melepaskan bekapan tangannya.Aku menghela nafas lega "Trus kita mau ngapain?"tanyaku masih takut "Gue mau liat luka elo Noni"katanya gemas Aku langsung merengut "Jangan panggil gue Noni trus,gue gak suka!"jeritku kesal lalu berjalan mendahuluinya masuk gudang Masih aku dengar gelak tawanya waktu aku masuk gudang yang letaknya di belakang gedung sekolah.Isinya bangku dan meja yang ampir rusak dan ada beberapa yang baru juga.Juga barang barang lain yang kotor dan berdebu "Buka kemeja elo!"perintahnya mendekat Aku mundur sambil mencengkram kemeja sekolahku.Aku beneran takut "Gak No!"tolakku. "Gimana mau gue obatin kalo elo gak buka.Percaya sama gue"katanya sambil tersenyum Mendadak aku rileks lagi.Mungkin emang dia mau nolong aku Secara perlahan aku membuka kancing kemejaku.Aku pakai tanktop ini.Lagian mana mungkin Nino bakal berbuat jahat,ini kan di sekolah. "Udah No!,bukanya jangan semua ya?,asal keliatan punggung aja!"kataku menghentikan kegiatanku membuka kancing kemejaku sampai kancing ke empat dari 6 kancing kemejaku Nino mendekat lalu berdiri di belakangku melihat punggungku.Dia melongok ke balik tanktopku.Aku malu sebenarnya tapi terlanjur gini "Kaya apa No,luka ga sih?,perih banget!"tanyaku Dia menghela nafas pelan lalu melepas cekalannya di tanktopku lalu berdiri di hadapanku lagi "Mereka apain elo sih,sampe memar gini punggung lo?"tanyanya dengan wajah meringis Aku jadi nangis lagi.Aku ingat gimana kelakuan senior senior tadi "Gue ke apotik depan dulu ya beli obat?"katanya karena aku menangis Aku menggeleng sambil mengusap airmataku "Jangan No,tar aja di rumah di obatin bibi"cegahku meahan tangannya "Nyokap elo?"tanyanya "Mama gue kerja,lagian kalo mama gue tau gue kena serang lagi nanti dia benaran pindahin sekolah gue.Gue udah punya banyak teman di sini"kataku sambil melepas cekalan tanganku di lengannya Nino terdiam "Gue bingung kenapa mereka pada suka banget serang gue.Padahal gue ga pernah nantangin apa lagi ngelawan.Mereka sering banget gerumutin gue.Mereka tuh tadi berlima,dorong gue sampe bentur tembok kenceng banget.trus bis itu tali Bra gue di tarik dan sakit banget"keluhku sambil mengancingkan lagi kemeja seragamku "Elo ngadulah ke BP"sarannya "Bukan jalan keluar No.Gue kayanya mesti nyewa bodyguard ganteng deh buat ngawal gue,biar mereka sibuk modusin bodygurad gue dan lupa buat bully gue lagi"kataku asal Dia tertawa pelan "Kalo gitu gue aja yang jadi bodyguard elo,kan gue ganteng"godanya Aku malah merona "Dih...mana bisa,cewe cewe elo bisa nyakar gue.Bukan pilihan tepat kalo elo mah"tolakku Nino tertawa lagi "Gue mana punya pacar sih Non,cewe cewe itu aja yang pasrah banget mau gue grepe"katanya santai Aku terbelak "Bastarts!"desisku sambil berjalan meninggalkannya Dia tertawa dan ternyata dia mengekor di belakangku. "Kita ke UKS dulu!"perintahnya menarik tanganku Aku menurut.Sampai UKS di lantai dua,dia meminta minyak kayu putih dan suster yang berjaga membantuku.Aku berbohong saat suster bertanya mengapa punggungku memar. "Lain kali hati hati!,trus sampai rumah kompres pakai air panas"pesan suster Aku mengangguk lalu keluar UKS di ikuti Nino "Gue baru tau anak pinter kaya elo ternyata jago bohong.Gila bisa gitu bilang elo kebentur tembok toilet?,yang benar aja!!"ledeknya Aku mengulum senyum "Gue kan ga mau cari masalah!"sanggahku "Ye...serah!"jawabnya sambil mengulum senyum juga Kami terdiam sambil berjalan beriringan sepanjang koridor lantai dua "Ke perpus aja yuk,sampai habis ganti pelajaran!"saran Nino Aku mengangguk.Kami berdua nongkrong di perpus sampai pergantian pelajaran.Aku akhirnya meceritakan soal penyebab aku di serang di kamar mandi.Nino menyimak dalam dia sampai bel pergantian pelajaran terdengar,baru kami kembali ke kelas "Darimana lo berdua Nino?"tanya Gendis begitu aku duduk di bangkuku lagi "Di gencet dia di kamar mandi"jelas Nino "Serius?"tanya Gendis Aku mengangguk pelan "Sama siapa?"tanya Omen juga "Genk an mantannya Baim,siapa dah?"tanya Nino "Caroline"kata Gendis Kayanya Gendis update sekali dengan gosip gosip sekolah "Hadeh...ngiri dia sama Bule,dia kan ga cakep,Baim mau juga karena gampang!"kata Omen "Cewek ribet banget ya!"komen Nino "Tar balik bareng gue Le"kata Omen Aku menoleh ke arahnya "Ga usah,gue ga apa apa kok!"tolakku "Gaya lo!,tar kalo di gencet lagi,mewek lagi!"kata Nino Aku cemberut sedangkan Omen dan Gendis tertawa.Obrolan kami terhenti karena guru sudah masuk. Begitu pelajaran hari itu berakhir aku di kawal Nino dan Omen keluar kelas sampai aku bertemu Karin.Nino menjelaskan pada Karin sampai Karin menggeram kesal "Elo sih punya muka cakepnya keterlaluan bikin repot"keluhnya Aku cemberut "Ya kali gue mesti oplas jadi jelek muka gue"keluhku Mereka bertiga tertawa "Ya udah,thanks udah bantuin teman gue.Gue bawa pulang deh"pamit Karin menarik tanganku keluar gerbang sekolah lalu mencegat taksi. Kami memang pulang bareng hampir tiap hari.Kadang naik taksi kadang naik angkot.Rumahku dan Karin memang se arah walaupun tidak berdekatan juga.Beda komplek soalnya. Sampai rumah Karin makin ngamuk ngamuk lihat memar di punggungku.Dan memaksaku mengadu ke guru BP "Jangan Kar,mau lo,gue di pindahin dari sekolah?"kataku mengingatkan Karin terdiam "Gue kadang kesel temenan sama elo!,elo tuh udah cakep trus jadi orang lempeng banget,heran!"keluhnya Aku tertawa "Jangan kesel dong Karina sayangku,nanti gue ga punya teman lagi"kataku Karin ikutan tertawa "Gue mesti cari cara biar kita aman di sekolah"katanya sambil membalas pelukanku "Gue ikut apa pun yang elo putuskan!"jawabku Karin tersenyum Setelah kasus penyeranganku,tidak cuma Nino,Omen juga bantuin aku dari bullyan senior.Aku sudah ketakutan setengah mati,sewaktu gerombolan Calorine Cs,mencegatku lagi di kantin,untung Omen sedang ke kantin karena berniat membeli minum karena dia sedang main bola dengan teman teman sekelas kami.Kebetulan jam kosong juga kelasku "Gue cariin malah di sini,mana minuman gue?"tanya Omen menyela kerumunan Aku hanya bisa menunduk "Ngapain sih lo?,ganggu aja!"protes Caroline Omen tertawa "Ga usah sok jadi senior deh Car!,gue bilang Baim lo!,mau lo Baim jadi sebel ma elo!"ancam Omen Omen kan seangkatan jadi berani.Aku mah udah panas dingin "Awas aja lo!"ancam Carol berbalik Omen tolak pinggang "Nih cewek ga ada minat sedikit pun ma Baim,inget aja ga pernah kenalan ma Baim,isi kepalanya cuma rumus.Trus ga pernah juga keluar kelas,masih mikir lo,dia mau sama Baim?"cecar Omen Caroline dan genk terdiam "Di banding elo ribet gencet dan bullly dia!,mending elo perhatiin Baim lagi deketin siapa!,tar malah elo kecolongan.Ayo Queen!,beli minuman trus balik ke lapangan!"lanjut Omen menarik tanganku menjauh dari kantin Aku pasrah dalam tarikan tangannya "Makasih!"desisku Dia hanya tersenyum lalu begitu sampai pinggir lapangan,dia menyuruhku duduk "Elo duduk sini aja!,jangan kemana mana!"perintahnya Aku mengangguk. "Kenapa Men?"tanya Nino yang mendekat ke arahku "Biasa....di gencet lagi!"jawab Omen enteng Nino menggeleng pelan lalu merebut botol air mineral dari tanganku dan meminumnya "Air gue!"protesku Nino tertawa dan melanjutkan minum minumanku "Tar beli lagi,haus!"ungkapnya Aku cemberut.Enak banget dia habisin,padahal butuh perjuangan banget aku belinya. "Diem sini!,ayo bro main bola lagi!"ajak Omen Nino menurut dengan kembali main bola.Aku jadi bertahan menonton mereka main bola dengan teman teman sekelas kami sampai bel masuk pergantian pelajaran di mulai Beberapa hari kemudian aku aman dari bullyan kakak kelas karena aku terus bertahan di kelas,jajananku di suplai Nino dan Omen yang kadang kesel karena aku seperti ratu yang perintah perintah.Tapi mereka berdua mana bisa nolak kalau aku ancam tidak kasih contekan PR atau tugas. "Emang nyebelin lama lama!!"protes Omen Nino ngakak.Kalo Nino sih tidak pernah nolak,malah dia sering banget beliin aku cemilan walaupun aku tidak minta di belikan "Elo manis banget sih!!"ledekku menerima bungkusan berisi roti,chiki,coklat dan macam macam makanan dari tangannya "Ga usah baper,gue juga suka laper kalo belajar,taro tempat elo,elo kan kesayangan guru,jadi ga akan di hukum kalo nyimpen makanan!"elaknya sambil duduk di bangkunya Aku tertawa.Jadilah kami berempat suka jadi makan diam diam pas pelajaran berlangsung.Yang paling senang ya Gendis,sampai dia ga keberatan kalo Nino menyuruhnya membeli cemilan di kantin untuk persediaan kami. Nah balik lagi ke soal posisiku yang aman dari bully an,tiba tiba Karin mengajakku ikut audisi anak anak cheers. "Gak ah Kar"tolakku "Eh kalo elo masuk cheers ga akan ada yang berani bully elo,tukang bully takut sama senior cheers,percaya sama gue!"kata Karin "Sok tau!"sanggahku "Ga percaya lo!,yang suka bully elo rata rata anak kelas XI kan senior cheers anak kelas XII,mana mungkin mereka biarin anak cheers di bully"elak Karin lagi Aku menghentikan kegiatanku baca buku lalu duduk di ranjang kamarku "Mereka bakal lulus bentar lagi Kar!"kataku mengingatkan "Minimal sampai elo naik kelas XI elo aman.Pas kelas XI kita pikirin lagi gimana caranya biar ga di bully lagi"kata Karin Aku terdiam,tapi aku ga punya pilihan selain menurut,Karin tidak akan berhenti kalo aku tidak nurut. "Kapan audisiya?"tanyaku "Dua hari lagi!"jawabnya berbinar karena aku setuju "Okey...."jawabku pasrah Jadilah selama dua hari setiap pulang sekolah aku dan Karin latihan dance untuk bisa lulus Audisi.Aku dan Karin memang suka dance dan kami berdua juga ikut kelas balet pas SD jadi cukup gampang buat aku belajar dance. "Ayo nyong!,audisinya di lapangan basket!"ajak Karin begitu sekolah bubar dan Karin menyusulku ke kelas "Bentar!"kataku sambil membereskan buku bukuku "Audisi apa?"tanya Nino menyela "Cheers!"jawab Karin Nino tertawa "Emang elo pada bisa joget?"tanyanya di sela tawanya "Paling striptise"ledek Omen ikutan Karin terbelak ke arah Omen "Kalo gue bisa,elo berani bayar berapa?"tantang Karin sambil tolak pinggang pada dua cowok yang sudah bersiap keluar kelas "Gue kasih Obi,mau kan lo!"jawab Omen Karin malah merona "Ga jelas!,ayo cong,jangan ladenin cowok cowok m***m!"keluhnya menarik tanganku paksa Nino dan Omen terbahak "Obi suka elo Karina,tar gue salamin!!"ledek Nino Karin menoleh sambil mengacungkan jari tengahnya dan kedua cowok itu makin keras terbahak "Obi siapa sih Kar?"tanyaku "Genkan Nino sama Omen,cowok m***m yang gue ceritain ma elo"jelasnya Aku jadi terbahak.Apesnya di koridor menuju lapangan basket malah kami ketemu Obi dengan seorang cowok lumayan ganteng juga "Halo Karina....jadi ikut audisinya?"godanya menahan langkah Karin Karin melotot "Minggir ga gesrek!"perintahnya galak "Cium dulu sih,baru gue minggir!"tolaknya Karin mendorong tubuh Obi dan menarik tanganku melewati dua cowok yang terbahak "Gue tar nonton elo audisi!!"jerit Obi Karin hanya menoleh lalu melanjutkan langkah "Heran tuh cowok ga ada berentinya ganggu gue!"keluh Karin kesal Aku ngakak. Lalu begitu sampai lapangan basket indoor sekolahku,aku dan Karin bergegas ganti baju dengan kaos dan celana traning panjang dan bergabung duduk dengan siswa lain yang mau ikut audisi.Kami duduk di pinggir lapangan basket sambil menonton peserta lain yang mulai audisi. "Hai...gue Sinta anak X 6"tegur cewek cantik di sebelah Karin Aku dan Karin tersenyum lalu menyambut uluran tangannya "Gue Karin,anak X 5"jawab Karin Sinta tersenyum lalu menjabat tanganku "Gue Queen anak X 3"kataku "Okey....salam kenal ya!"kata Sinta Kami lalu terlibat obrolan seru sambil menunggu giliran audisi.Sinta orangnya menyenangkan.Alasan dia ikut audisi karena dia suka dance,dan bukan takut di bully seperti kami "Kakak gue alumni sekolah  juga angkatan lulusan tahun ini,jadi gue masuk kakak gue lulus.Kakak gue juga ketua cheers sekolah,jadi gue aman ga ada yang berani bully gue!"jelas Sinta Aku dan Karin manggut manggut,pantas Sinta kelihatan santai pakai jam keren dan sepatu keren juga.Kalo aku sama Karin mana berani,bisa bisa sepatu kami habis di injak injak sampai kotor kalo kami pakai sepatu sekeren Sinta. Sinta mendapat giliran pertama.Kami bersorak melihat dia dance dengan begitu gemulai tapi juga berpower.Penampilannya memukau dan mendapat tepukan tangan begitu dia selesai tampil "Keren cong!!!"jerit Karin begitu Sinta duduk lagi. "Selamat ya!,elo pasti di terima!"kataku Sinta tertawa "Makasih,elo berdua juga mesti ke terima ya,biar kita bisa dance bareng!"pinta Sinta Aku dan Karin tertawa sambil mengangguk.Selisih dua peserta audisi,akhinya giliran Karin yang tampil.Karin berdiri ke tengah lapangan untuk perfrom. "Semangat Karin Tayang tayang!!"jerit seseorang dari pinggir bangku penonton lapangan basket. Kami serentak menoleh dan aku menemukan Nino and genk ternyata duduk menonton sambil bercanda gurau dengan segerombolan anak basket.Hadeh...aku jadi deg deg an,aku jadi takut di ledek oleh cowok cowok itu,terutama genk an Nino.Kenapa aku ga sadar mereka nonton ya??? Karin terlihat melotot ke arah Obi yang meneriakinya tadi.Lalu bersiap untuk dance.Karin menghela nafas sebentar lalu langsung dance begitu musik terdengar.Astaga...keren benget dia dance dengan di iringi lagu desposito sebagai pilihan lagu untuk mengiringi dia dance.Ada tiga lagu sih,yang bisa di pilih,Desposito,Shape of you,lalu satu lagi lagu side to side,milik ariana grande.Sinta memilih lagu side to side tadi,dan aku memilih lagu shape of you.Dua lagu lain terlalu susah untuk di pakai dance,lagu shape of you menurutku lebih gampang. Back to Karin,yang sedang asyik ngedance dengan gemulai,Karin benar benar keren sekali ngedancenya seperti Sinta tadi.Aku jadi grogi sendiri.Aku bisa ga ya???. Dan selesai juga Karin unjuk kebolehan di iringi tepuk tangan dan suitan dari kami dan segerombolan cowok cowok di bangku penonton. "Keren sista!"kataku memeluk tubuh Karin tang bersimbah peluh Karin tertawa dalam sambil melepaskan pelukan kami. "Udah sana siap siap,abis gue kan elo!"kata Karin Deg!,aku makin deg deg an "Tenang dan anggap ga ada orang yang nonton elo,kaya pas latihan"perintah Karin Aku mengangguk lalu bangkit karena namaku sudah di panggil "Good luck,sista!!"jerit Sinta heboh Aku menganguk lalu melangkah ke tengah lapangan basket. "Bule!!!,elo bisa!!!"jerit Obi lagi Aku merona mendengar jeritannya.Aku jadi melihat ke gerombolan cowo cowo yang kelihatan antusias melihat aku dance.Hanya Nino yang terlihat menatap tajam ke arahku dan mengabaikan teman temannya yang sedang bercanda dan menyoraki aku.Aku jadi makin deg deg an.Aku langsung berusaha konsentrasi dan begitu lagu Shape of you terdengar,aku mulai dance.Aku trus berusaha mengabaikan sorak sorai penonton dan konsen pada gerakan tariku.Tolong aku tuhan,supaya aku bisa menyelesaikan tarianku dengan baik.Aku terus berdoa dalam hati. Memang lagu yang aku pilih,enak sekali untuk pengiring dance,aku sendiri seperti terbius dengan alunan music.Aku meliukan dadaku,perutku,pinggulku,juga menggerakan tangan dan kakiku.Aku tak sadar kalo gerakanku jadi terlihat erotis dan seksi "Anjir....gila cong!,elo kalo ngapain aja emang serius banget ya!,yakin gue pada basah dah yang nonton elo ngedance!"komen Karin sambil membawa tasnya bangkit begitu aku selesai perproma Aku meringis "Cius Kar?"tanyaku "Parah dah!!"malah Sinta komen yang bikin aku makin meringis Kami beriringan keluar lapangan basket karena pengumuman audisi dua hari lagi. Aku menghela nafas pelan.Di kanti sekolah yang sudah tampak lenggang,kami bertiga malah di cegat oleh gank an Nino yang sedang santai minum. "Anjir bule....goyangan elo bikin kenceng!"komen Obi padaku Aku merona lalu terbelak.Nino dan 2 yang lain sudah terbahak. "Apaan sih lo!,ga jelas"kataku "Ga usah di dengar cowo gesrek!"komen Karin menarik tanganku masuk kios minum. Obi tertawa,Sinta bertahan di depan cowo cowo itu karena salah satu genk an Nino teman sekelas Sinta.Roland kalo ga salah deh,cowo ganteng yang keliatan tengil.Aku tuh baru sadar kalo genk an Nino tuh ganteng ganteng semua.Obi walaupun gesrek,mukanya juga ganteng,rambutnya model jambul tin tin.Muka Obi yang selalu terlihat tertawa bikin dia jauh banget dari kesan cowok cowok resek. Kalo Omen,mukanya terlihat galak,dengan garis wajah keras,tapi kalo dia tersenyum bikin kesan galak dia langsung hilang,rambut Omen ampir plontos tapi ada dua garis lurus memanjang di kanan kirinya seperti jalanan kutu,kalo Karin bilang. Lalu,Roland yang baru aku tau namanya,mukanya lonjong dengan garis muka keras juga,tapi tidak terlihat segalak Omen,lebih ke arah cool,tapi lagi lagi kalau dia senyum,kesan cool nya juga langsung hilang. Dan yang terakhir Nino.Wajah Nino itu menurutku paling bikin betah orang yang lihat.Padahal mukanya kelihatan tengil banget,belum senyam jahil yang selalu dia tunjukan.Dan wajahnya itu menimbulkan kesan b******k sebanding dengan kelakuannya yang selalu di rubung cewe cewe.Apa ya....bad boy banget deh pokoknya,tapi bikin gemes.Aku kan sekarang cukup sering komunikasi sama dia.Jadi aku tau kalo pun di konyol tapi di saat saat tertentu dia bisa bersikap manis kok Seperti saat ini,begitu aku,Karin dan Sinta sudah dapat minuman kami,Nino dengan santai membayar minuman kami bertiga juga minumannya dan ganknya. "Gila Nino,kirain gue,elo b******k doang,ga taunya baik hati juga!"komen Karin Nino tertawa "Bawel lo anak juragan minyak!"balasnya meledek Karin Karin terbahak.Akhirnya kami beriringan menuju pintu keluar sekolah.Karin dan Obi berjalan paling depan sambil saling meledek dan berdebat,lalu Sinta di apit Omen dan Roland yang ngobrol asyik soal Sinta yang ternyata bisa Ju Jit su ,seni bela diri jepang.Omen pasti tertarik orang dia jago taekwondo Lalu aku dan Nino mengekor di belakang mereka berlima "Elo mesti banget ya ikutan masuk Cheers?"tanya Nino Aku menatapnya "Emang kenapa?,gue suka dance!"jawabku "Cuma karena elo suka dance doang?,bukannya elo bisa dance sendiri di rumah!"kata Nino sambil menatapku Aku blingsatan mendapat tatapan se intens ini dari cowo yang famous banget di sekolah "Ya...Karin bilang ini salah satu cara biar gue ga di gencet lagi No,gue takut di gencet"kataku menunduk menghindari tatapannya Nino menghela nafas "Ga tau ya!,gue ga suka aja lihat elo dance kaya tadi.Erotis banget,gue takut elo jadi objek fantasi m***m anak anak cowo satu sekolah Non!"katanya Aku terbelak "Emang sampai segitunya?"tanyaku meringis Nino tertawa pelan "Sekarang aja gue lagi bayangan elo bugil trus tari telanjang depan gue!"katanya santai Aku melotot dan langsung menyikut perutnya kesal "Dasar c***l!!"kataku kesal Nino terbahak dan aku cemberut "Kalo bisa elo ga usah ikutan cewek cewek yang mau banget tenar dengan cara masuk ekskul cheers ya!,cukup elo yang kaya gini,elo udah banget tenar kok,elo udah cantik banget!"ungkap Nino sambil menatapku lekat setelah menghentikan langkahnya. Asli aku jadi grogi dan memilih menunduk "Anjir blushing!!,dasar bocah!"ledeknya sambil mengacak rambutku lalu berlalu menyusul teman temannya yang sudah siap dengan motor besar mereka Aku sampai tidak sadar kalo kami sudah di parkiran. "Cong ayo bareng Sinta!!"jerit Karin yang sudah membuka pintu mobil Sinta Aku buru buru menyusul Karin dan Sinta yang sudah masuk mobil.Genk an Nino mengklakson motor mereka begitu melewati mobil Sinta.Sinta keren lo sudah bisa nyetir mobil,aku dan Karin mana bisa seperti dia yang jago banget nyetir "Gue pikir mereka b******k doang jadi laki,ternyata manis juga!!"komen Sinta sambil menjalankan mobilnya Karin dan aku tertawa "Iya ya...terutama Nino,baik banget dia sama gue dari gue masuk sekolah ini!"gunyamku Karin dan Sinta bersorak "Jangan bilang elo suka sama Nino!"ledek Karin membalik tubuhnya ke belakang ke arahku karena dia duduk di jok depan berdua Sinta Aku gelagapan "Cie...blushing!!,Queen bikin gemes deh lo!!"ledek Sinta Karin udah ngakak parah dan balik badan lagi "Urusin tuh Obi gesrek!!"jeritku kesal sambil mendorong bahu Karin Dan dia makin kencang tertawa "Cie...cie...ada yang jatuh cinta"ledek Karin Aku cemberut menanggapi gurauannya.Aku?,jatuh cinta??,masa sih secepat itu?,mana sama Nino lagi.Hadeh...mana mungkin coba
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD