Langit

2091 Words
" Maaf anak anak saya sedikit agak telat. Karena harus menjelaskan sesuatu pada asisten dosen saya. " kata Pak Yugo menjelaskan " Asisten dosen? " kata Samudera Lirih " Oke sebelum di mulai dg Pak Yugo. Saya pamit undur diri. Permisi. " kata Pak Dekan Erlan " Terimakasih Pak Dekan. " kata Pak Yugo sambil menganggukkan kepala Begitu juga yg Senja lakukan. Pak Dekan hanya mengangguk dan tersenyum kemudian berjalan keluar ruangan sambil menatap Langit tajam. Dan Langit hanya tertunduk. " Oke seperti yg saya bilang. Mulai hari ini saya mengajarnya tidak sendiri. Karena hari ini saya ditemani asisten dosen yg cantik. Perkenalkan asdos saya, Senja Razeta. " kata Pak Yugo sambil tersenyum dan mempersilahkan Senja memperkenalkan diri " Terimakasih Pak Yugo. Assalamualaikum, selamat pagi semuanya. Perkenalkan nama saya Senja Razeta. Panggil aja saya Senja, karena mungkin kita seumuran atau bisa jadi saya lebih muda dari kalian. " kata Senja memperkenalkan diri " Huuusssstttt jadi Senja itu asdos? " tanya Samudera pada Awan " Gue juga baru tau. " Jawab Awan " Ekhem.. Sepertinya saya sudah salah memilih asdos. " kata Pak Yugo yg melihat Samudera dan Awan bisik bisik " Eh ngga ko Pak ngga salah. Bapak udah paling betul memilih Senja jadi asdos. " jawab Samudera spontan " Sepertinya kamu sudah memiliki penggemar disini Senja. " kata Pak Yugo sambil tersenyum " Bapak bisa aja. " jawab Senja tersipu malu Sebelum lanjut ke cerita. Saya akan memperkenalkan karakter Senja.. Senja Razeta dia adalah Mahasiswi yg sangat pintar di kampus. Tak heran banyak laki laki yg menyukainya. Selain karena pintar, Senja juga cantik, baik, dan anggun. Penampilannya yg berhijab membuat teduh pandangan. Dan itulah yg menjadi nilai plus bagi Senja. Senja Rezata anak dari pasangan keluarga yg sederhana. Ayahnya, Devian Pradipta bekerja sebagai Manager perusahaan. Sedangkan ibunya, Arumi Rezata memiliki tempat makan khas Jogja, yaitu warung gudeg. Senja adalah anak tunggal. Senja memiliki saudara sepupu yg bernama Awan. Iyaa Awan teman Langit, teman kampus dan satu geng motor dg Langit. Dan kini Senja menjadi asdos di kelas Awan dkk. Di mata sebagian laki laki, Senja adalah wanita sempurna. Kekasih idaman bahkan tak jarang menyebutnya Istri impian. Beberapa diantara laki laki itu adalah Samudera dan Pak Yugo. Yaa dua laki laki itu kini sedang berusaha mencuri hati Senja. Tapi sepertinya Senja belum memperlihatkan sinyal sinyal penerimaan. Jika kalian sudah mengenal Samudera. Yaa karena Samudera juga bagian dari gengnya Langit dan Awan. Maka beda dg Pak Yugo. Jangan salah mengira jika Pak Yugo adalah dosen tua yg perutnya buncit. Pak Yugo adalah dosen termuda di kampus itu. Wajahnya yg tampan, dan tubuhnya yg atletis membuat semua Mahasiswi betah jika mengikuti mata kuliahnya. Tapi Mahasiswi mahasiswi penggemar Pak Yugo rasanya harus patah hati. Karena Pak Yugo lebih memilih Senja Razeta. Walaupun cintanya belum diterima, tapi mereka sering terlihat bersama di kampus. Tak jarang Pak Yugo juga mengantar jemput Senja. Meski Senja sering menolak, itu tak membuat Pak Yugo putus harapan. Ia tetap maju memperjuangkan rasa cintanya. Oke kita lanjut ke cerita. Setelah acara perkenalan Senja sebagai asdos. Di mulailah mata kuliah Pak Yugo. Selama Pak Yugo menjelaskan mata kuliah, Senja duduk di kursi Pak Yugo sambil mencatat apa yg Pak Yugo jelaskan. Sesekali Pak Yugo melirik ke arah Senja sambil tersenyum. Senja pun membalas senyumannya. Ternyata hal itu di lihat oleh Samudera. Ia merasa cemburu dg Pak Yugo. Karena Samudera merasa memiliki saingan. Bahkan mungkin Samudera sudah kalah start. Samudera melihat adegan itu dg tatapan marah. Dan hal itu di perhatikan Bumi dan Guntur. " Hahahaha katanya gebetan tp ko kalah start. " ledek Bumi dg suara kecil " Hahahaha saingannya Pak Yugo lagi. Mampus Loe. " sambung Guntur yg ikut mengejek. Awan yg mendengar bisikan kedua temannya pun tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala. Sedangkan Langit dan Bintang sama sekali tak menghiraukan apapun Langit memang tak peduli dg Senja. Bahkan Langit tak tertarik dg teman temannya yg lain yg seolah mengidolakan Senja. Langit memang laki laki setia. Jika ia sudah memiliki kekasih, maka ia tidak akan melihat kanan kiri. Ia akan menatap pada satu arah, pada kekasihnya yaitu Bintang. Tapi di sela sela penjelasan Pak Yugo. Senja yg mengistirahatkan tangannya sejenak. Dan sempat melihat ke sekeliling ruangan. Tiba-tiba tatapan mata Senja tertuju pada Langit. " Itu kan cowo ugal ugalan tadi. Jadi dia kuliah disini juga. Bahkan di kelas ini? Yaa ampun ternyata dunia itu sempit yaa. Dan takdir semengejutkan itu. " kata Senja dalam hati Senja menatap Langit cukup lama. Sampai sampai yg di tatap merasa sedang di perhatikan. Dan akhirnya tatapan mereka pun bertemu. Langit dan Senja saling menatap. Walau tanpa ada senyum diantara mereka. Tapi tatapan itu adalah tatapan yg akan membawa mereka pada sebuah takdir. Tak terasa jam mata kuliah Pak Yugo sudah berakhir. Pak Yugo melihat Senja dan Langit saling menatap. Pak Yugo pun merasa cemburu. Begitu juga dg Bintang yg ternyata juga memperhatikan Langit. " Ekhem. Baiklah cukup sekian mata kuliah hari ini. Jangan lupa selesaikan tugasnya. Pertemuan berikutnya sudah harus terkumpul. Terimakasih, Wassalamu'alaikum. " kata Pak Yugo mengakhiri jamnya Dan mata Senja masih belum beranjak dari Langit. Membuat Pak Yugo semakin cemburu " Senja. " panggil Pak Yugo sambil menepuk bahunya pelan " Eh iyaa Pak. Gimana? " tanya Senja sedikit bingung " Jamnya sudah selesai. Ayoo. " ajak Pak Yugo sambil membereskan buku-bukunya di meja. Senja hanya mengangguk (di barisan kursi Mahasiswa) " Langit. " Bintang menepuk pundak Langit beberapa kali " Eh iyaa kenapa sayang? " tanya Langit menoleh ke arah Bintang " Ngapain si kamu liatin asdos itu? Kamu suka sama dia? " tanya Bintang cemburu " Cemburu yaa? " Langit malah balik bertanya sambil tersenyum " Iiissshhh di tanya juga malah balik nanya. " jawab Bintang kesal " Ngga lah ngapain aku suka sama dia. Kan udah ada kamu. " jawab Langit sambil mengedipkan sebelah matanya " Terus ngapain tatap tatapan? " tanya Bintang yg terkesan overprotektif " Ngga papa penasaran aja. Jadi itu yg rame di bicarain anak kampus. Dan ternyata itu cewe yg tadi di omongin sama Sam dll, yg katanya sepupunya Awan. " jawab Langit menjelaskan " Yakin cuma itu? Awas aja yaa kalo penasaran kamu jadi penasaran pengen cari tau ttg dia. " kata Bintang dg nada sedikit mengancam " Iyaa sayang ngga ko. Kamu gemesh deh kalo lagi cemburu gitu. " jawab Langit sambil tersenyum dan mencubit pipi Bintang " Iiissshhh Langit. " kata Bintang malu bercampur kesal Sebagian Mahasiswa sudah keluar ruangan untuk pulang. Karena hari ini hanya ada satu mata kuliah. Saat Pak Yugo dan Senja akan berjalan keluar. Tiba-tiba Samudera menghampiri Senja. " Senja tunggu. " Samudera mencegah langkah Senja. Dan secara otomatis Senja dan Pak Yugo berhenti. Pak Yugo menatap Samudera dg tatapan berapi api. Tapi ia tutupi dg sikapnya yg stay calm and stay cool " Iyaa kenapa Sam? " tanya Senja " Eeemmmm mau ke kantin bareng ngga? Lama kan kita ngga ngobrol bareng. " ajak Samudera melancarkan aksi PDKT nya. " Eeemmmm Senja, bukannya kamu sudah janji sama saya mau makan siang bareng? " tanya Pak Yugo yg terlihat tak mau kalah dari Samudera. Lalu Pak Yugo terlihat menatap Senja. Senja pun mantap Pak Yugo dan Samudera secara bergantian " Eeemmmm maaf tp aku harus langsung pulang. " jawab Senja yg enggan memilih diantara mereka " Aku anter. " " Saya antar. " ucap Samudera dan Pak Yugo bersamaan Senja pun menghela nafas melihat tingkah keduanya. Dan yg tak Senja habis pikir adalah ternyata sikap Pak Yugo bisa seperti itu. Saat Senja merasa malas dan pusing meladeni Pak Yugo dan Samudera yg sedang berlomba lomba mendapatkan perhatiannya. Awan beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Senja. " Udah Senja pulang sama gue aja. " kata Awan sambil menarik tangan Senja " Ah iyaa bener banget. Aku pulang sama kak Awan aja. Permisi. " jawab Senja yg buru buru pergi menarik Awan dan meninggalkan ruangan itu Pak Yugo dan Samudera pun menghela nafas panjang dan saling bertatapan. Tatapan membara penuh api cemburu dan persaingan. Langit, Bumi, dan Guntur pun hanya menggeleng gelengkan kepala melihatnya. Kemudian Pak Yugo segera berjalan keluar ruangan dg perasaan kecewa dan marah karena merasa kalah dari Awan. Dan Pak Yugo berpikir untuk lebih ekstra mendekati Senja. Karena kini ia memiliki saingan yg tak lain adalah muridnya sendiri. Sedangkan Samudera. Samudera juga merasa kesal dg Awan. Ia merasa Awan bukannya membantu untuk mendapatkan Senja, malah menjauhkannya. " Sialan Awan. Awas Loe yaa. " ucap Samudera sambil mengepalkan tangannya " Hahahaha udah saingannya berat. Eh malah ga dapet dukungan dari Awan. " ledek Bumi " Yg sabar yaa Bos. " sambung Guntur mengikuti nada suara seperti di kartun Adit Sopo Jarwo " Brisik deh Loe. " jawab Samudera kesal " Hadeh udah si cuma cewe gitu aja juga. Kan masih banyak cewe lain. " kata Langit sambil menghampiri mereka dan di ikuti Bintang di belakangnya " Loe lagi. Iyaa Loe ngomong gitu karena Loe udah punya cewe si Bintang. Lah gue. " kata Samudera dg nada sedikit menangis " Lebay. Iyaa udah si bener kata Langit. Masih banyak cewe lain yg mau sama Loe. " sambung Bintang " Tapi gue maunya Senja. " jawab Samudera dg penuh penekanan " Terserah Loe deh Sam. " jawab Bintang " Iyaa udah yuuukkk sayang. Biarin Sam meratapi kekalahannya. " kata Langit sambil tersenyum meledek dan menggandeng tangan Bintang kemudian berlalu meninggalkan teman temannya " Pasangan sialan Loe berdua. Temen lagi sedih malah. " kata Samudera kesal " Sabar sabar. " kata Bumi sambil menepuk punggung Samudera dan berlalu " Udah ke markas aja yuuukkk. " sambung Guntur yg mengikuti langkah Bumi " Sialan Loe semua. " umpat Samudera kesal Kemudian Samudera pun berjalan keluar ruangan mengikuti teman temannya. Saat Sam, Bumi, dan Guntur langsung menuju markas. Berbeda dg Langit. Langit harus menemui Papahnya dulu, Dekan Erlan. Sedangkan Bintang menunggunya di parkiran motor. " Siang Pah. " sapa Langit memasuki ruangan Dekan Pak Erlan melirik ke arah Senja. Yaa Senja masih ada diruang Dekan untuk mengambil berkas berkas yg di butuhkan. Pak Erlan tak suka jika Langit memanggil dg sebutan Papah saat di kampus. Karena Pak Erlan tak ingin ia di nilai tidak adil dan pilih kasih karena Langit adalah anaknya. Meski sebagian Mahasiswa sudah tau tentang hal itu. Tapi Pak Erlan tetap menjaga profesionalismenya. " Maaf, Selamat siang Pak. " Langit mengulang sapaannya Senja yg baru mendengar ucapan Langit pun berhenti dari pekerjaannya dan melihat kearah Langit. " Siang. Silahkan duduk Langit. " kata Pak Erlan mempersilahkan Langit duduk " Jadi namanya Langit" ucap Senja dalam hati sambil terus melihat ke arah Langit Melihat Senja melamun. Pak Erlan pun menyadarkan Senja dg suara tegasnya. " Ekhem.. Senja, kalo kamu sudah selesai. Silahkan keluar. " kata Pak Erlan " Eeemmmm.. baik Pak, saya permisi. " ucap Senja sambil tersenyum dan menundukkan kepalanya Setelah Senja berlalu. Pak Erlan pun memulai ceramahnya pada Langit. " Langit, Papah ngga mau kamu mengulangi hal itu lagi. Papah mau kamu fokus kuliah yg betul. Jangan pacaran terus. Ngerti kamu? " kata Pak Erlan tegas " Iyaa Pah. " jawab Langit singkat " Ingat yaa jangan mentang-mentang kamu anak Dekan, kamu bisa seenaknya. Harusnya itu kamu jadikan beban tanggung jawab biar kamu bisa menjaga nama baik Papah disini sebagai Dekan. Bukan malah bertingkah semaunya. " kata Pak Erlan " Iyaa Pah iyaa. Maafin Langit. " jawab Langit " Pokoknya mulai besok sarapan dirumah. Baru jemput Bintang. Ngga ada lagi acara telat masuk kelas dg alasan sarapan di kantin atau di cafe kampus. Ngerti? Kalo kamu ngga mau nurut sama Papah. Papah minta kamu putusin Bintang. " kata Pak Erlan dg nada mengancam " Pah ngga bisa gitu dong. Kok malah disuruh putus sama Bintang si? Iyaa iyaa Langit bakal nurut kata kata Papah. " jawab Langit " Bagus. Awas aja kalo sampai Papah liat atau dapet laporan kamu telat masuk ke kelas dg alasan apapun dan sama Bintang. Papah sendiri yg akan bilang ke Bintang untuk mengakhiri hubungan kalian. " ancam Pak Erlan lagi " Ck.. iyaa Pah iyaa. " jawab Langit pasrah Kemudian Langit pun keluar ruangan dan menghampiri Bintang di parkiran motor. " Gimana sayang? Apa kata Papah kamu? " tanya Bintang penasaran " Eeemmmm ngga papa ko. Cuma disuruh sarapan di rumah aja setiap pagi. " kata Langit menutupi ancaman Papahnya. Karena Langit tak mau Bintang tau. Langit tak mau Bintang jadi kepikiran " Ooohhh. Iyaa udah yuuukkk katanya kamu mau ke markas? " kata Bintang mengingatkan " Iyaa udah ayoo. " jawab Langit singkat Setelah memakaikan helm pada Bintang. Dan memastikan Bintang sudah membonceng dg benar. Langit pun menancapkan gas dan melanjukan motornya menuju markas SCM.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD