Pertemuan
Langit : Sayang, aku otw yaa. Kita ke kampus bareng
Bintang : Iyaa Langit
Begitulah keseharian Langit setiap hari di waktu pagi. Langit Rafandra itulah nama lengkapnya. Ia adalah seorang Mahasiswa di Universitas ternama di Yogyakarta. Langit adalah seorang anak Dekan di Universitas tersebut. Ayah Langit bernama Erlan Rafandra. Jika ayah Langit adalah Dekan, ibu Langit, Lenita Vazza adalah seorang Pengusaha Batik tulis terkenal di Yogyakarta. Langit sangat populer di kampus, tak heran banyak Mahasiswi yg menyukainya. Dan banyak Mahasiswi yg iri dg Bintang Tavisha kekasih Langit. Selain populer karena sebagai anak Dekan, Langit memang memiliki wajah tampan, postur tubuh yg tinggi dan sixpack. Langit juga ketua dari sebuah club motor.
Club motor itu dibentuk saat Langit masih SMA. Club motor yg berisi kan cowo cowo tampan dan cool itu bernama SCM (Semesta Club Motor). SCM beranggotakan Langit sebagai Ketua, Awan sebagai Wakil, Bumi, Samudera, dan Guntur sebagai anggotanya. Mereka adalah teman satu SMA Langit dan sekarang pun satu Universitas bahkan satu Fakultas.
Langit dan Bintang sudah menjalin hubungan sejak 1th lalu. Tepatnya saat awal masuk kuliah. Mereka dikenal sebagai couple goals. Mereka sangat serasi baik dari fisik maupun latar belakang kehidupan yg sama sama dari kalangan atas. Yaa karena Bintang adalah anak dari pasangan pengusaha sukses di Jakarta.
Langit sangat mencintai Bintang. Meskipun terkadang Bintang terkesan cuek, Langit tak peduli. Yg Langit tau Langit indah karena Bintang. Walau tak setiap saat Bintang menghiasi Langit. Langit adalah tempat Bintang berada. Yaa seperti itulah perumpamaan perasaan Langit pada Bintang. Yg memang sudah bucin tingkat semesta.
Seperti pagi ini Langit langsung menuju rumah Bintang dan melewatkan sarapannya.
" Buru buru banget. Mau kemana Langit? " tanya Pak Erlan, Papah Langit. Sambil melihat ke arah Langit yg menuruni tangga dg cepat
" Biasa Pah jemput Bintang. " jawab Langit cuek
" Heeemmm pacaran Mulu. Kuliah dulu yg bener. Bentar lagi ujian Lo Langit. " kata Papah Langit
" Punya Papah Dekan buat apa. " jawab Langit sambil unjuk gigi
" Yaa ngga gitu juga Langit. " ucapan Pak Erlan mulai menggunakan tekanan
" Udah udah Pah. Sarapan dulu Nak. " lerai Bu Lenita, Mamah Langit sambil melambaikan tangan ke Langit untuk ikut bergabung di meja makan
" Langit buru buru Mah. Langit berangkat dulu yaa Mah Pah. Assalamualaikum. Ooohhh iyaa Papah jangan serius serius nanti cepet tua Lo, hehehehe. " kata Langit sambil menyambar tasnya kemudian meminum segelas s**u. Lalu mencium pipi Mamahnya dan berjabat tangan dg Mamah Papahnya
" Waalaikumsallam. Langit !!! Bener bener yaa anak itu ! " jawab Papah Langit yg kesal dg tingkah Langit
" Udah Pah, namanya juga Langit suka iseng. Lanjutin makannya. " ucap Mamah Langit menenangkan
" Iyaa Mah. " jawab Papah Langit lalu melanjutkan sarapan
Langit pun melajukan motornya dg kecepatan tinggi menuju rumah Bintang. Karena terburu buru, Langit sampai melupakan keselamatan demi cepat bertemu dg Bintang. Alhasil saat di tikungan, Langit hampir saja menabrak seorang wanita yg sedang menyebrang.
"Ciiittt" suara rem berbunyi. Langit segera membuka helm yg di pakainya. Wanita berhijab di hadapannya pun terpaku melihatnya.
" Hati hati dong Mba, kalo nyebrang. " kata Langit dg nada sedikit keras
Tapi kata kata itu tak mendapatkan respon. Langit jadi semakin kesal. Wanita itu terlihat memperhatikan Langit tp tak menghiraukan ucapannya. Sepertinya wanita itu terpesona dg ketampanan Langit.
"Tiiinnn" Langit pun berinisiatif membunyikan klakson motornya untuk menyadarkan wanita yg ada di depannya
" Astaghfirullah Mas, pelan pelan dong klaksonnya. " ucap wanita berhijab sambil
" Haduh Lola banget si. Makannya jangan ngelamun Mulu, hati hati kalo nyebrang. " kata Langit kesal
" Dih santai dong Mas, orang Mas nya yg tadi ngebut. Makannya kalo naik motor jangan ngebut ngebut, udah tau ini tikungan. " jawab wanita itu yg juga terlihat kesal
" Iyaa iyaa deh sorry. Gue buru buru. " jawab Langit yg langsung melajukan motornya
" Eh eh Mas. " ucap wanita berhijab itu
Maksudnya hati ingin berkenalan tp Langit sudah berlalu begitu saja dg cepat
" Dasar cowo ugal ugalan. Udah dikasih tau jangan ngebut masih juga ngebut. Tp cakep juga. Tapi ugal ugalan. Ah tau ah kenapa aku jadi mikirin dia si. " wanita itu bermonolog
Kemudian cewe itu melanjutkan perjalanannya untuk menunggu taxi online di depan jalan. Sedangkan Langit melajukan motornya menuju rumah Bintang. Yaa meskipun kecepatan motor Langit sudah di kurangi, tetap saja masih tergolong kencang. Namanya juga Langit yaa kan, secara anak geng motor gitu Loh.
Sampai di depan rumah Bintang, Langit membunyikan klaksonnya. "Tiiinnn" Tak butuh waktu lama untuk menunggu, Bintang pun keluar menghampiri Langit. Bintang selalu mengenakan dress selutut, sesuai dg kepribadiannya yg feminim, cantik dan anggun. Langit pun dibuat terpesona disetiap penampilannya. Makannya Langit ngga pernah bosan dan bucin abis.
" Pagi Bidadarinya Langit. " sapa Langit dg nada menggoda
" Aku Bintang Langit, bukan Bidadari. " jawab Bintang sedikit kesal
" Kan kamu cantik kaya Bidadari Bintang. " kata Langit sambil tersenyum
" Heeemmm gombal. " jawab Bintang sedikit memalingkan wajahnya
" Yaa udah deh iyaa, Pagi Bintangnya Langit. " Langit mengulang sapaannya berharap di balas Bintang
" Pagi juga Langitnya Bintang. " jawab Bintang tersenyum simpul
" Let's go sayang. " aja Langit sambil memakaikan helm pada Bintang
Bintang pun tersenyum lalu membonceng Langit. Yaa Langit memang selalu memperlakukan Bintang seperti Ratu. Perlakuan manis yg berbanding terbalik jika Langit sedang bersama teman atau orang yg baru ia kenal. Karena sikap Langit akan berubah menjadi dingin. Itu yg membuat semua orang iri. Dan Langit tak sungkan untuk menunjukkan sikap manisnya pada Bintang di hadapan banyak orang.
Sungguh beruntung Bintang karena telah menjadi kekasih Langit.
Sampai di kampus, seperti biasa semua mata tertuju pada Langit dan Bintang. Tak sedikit yg berbisik bisik saat mereka melewati orang orang. Langit dan Bintang tampak sudah tak asing dg pemandangan seperti itu. Mereka memilih cuek dan tak menghiraukan apapun.
Setelah memarkir motor dan membukakan helm Bintang. Langit dan Bintang pun berjalan menuju kelas mereka. Kemudian mereka berpapasan dg anak anak SCM lainnya, yaitu Awan, Bumi, Samudera dan Guntur.
" Wuih pasangan fenomenal dateng nih. " ledek Bumi
" Makin mesra aja si kalian. " sambung Guntur
" Sirik banget si kalian. Makannya jangan jadi jomblo akut. " kata Langit yg membuat semua tertawa mengejek Bumi dan Guntur
" Hahaha mampus Loe jomblo akut. " timpal Samudera
" Dih emang Loe ngga jomblo apa Sam? " tanya Awan
" Ngga dong. Gue kan udah punya gebetan. " jawab Samudera sambil menaik turunkan alisnya
" Serius Loe punya gebetan? Ko ngga kasih tau kita kita si? " tanya Guntur
" Ngga ah ntar yg ada gebetan gue di rebut sama Loe. " jawab Samudera
" Dih pede banget Loe. Belum tentu gebetan Loe itu kriteria gue. " kata Guntur
" Emang siapa si gebetan Loe? " tanya Bumi
" Gebetan gue itu cantik, baik, berhijab, Sholeh, pokoknya wanita idaman n calon istri impian deh. " jawab Samudera sambil tersenyum penuh percaya diri
" Apa? Jangan bilang kalo gebetan Loe itu sepupu gue? " tanya Awan penasaran
" Hahahaha pinter banget calon sepupu ipar gue. " jawab Samudera sambil tertawa
" Dih males banget gue punya sodara ipar kaya Loe. " kata Awan melirik tajam
" Serius Loe ngegebet Senja? " tanya Bumi
" Iyoi. Doain aja yaa semoga berhasil menembus hatinya dan hati calon sodara ipar gue hahaha. " jawab Samudera
" Awas aja yaa kalo Loe nyakitin Senja. " Awan memberi peringatan
" Tenang bro. Percaya sama gue. " jawab Samudera
" Udah udah ah gue sama Bintang ke kantin aja. Dari tadi mbahas Senja Mulu. Ga kenal gue. " kata Langit sambil menggandeng tangan Bintang
" Loe mau kenalan sama sepupu gue? " tanya Awan meledek
" Makasih deh. Gue udah punya Bintang. Ayoo sayang kita ke kantin. Kamu belum sarapan juga kan? " ajak Langit
" Iyaa udah ayoo. " jawab Bintang
" Pulang kampus ke markas yaa bro? " teriak Guntur ke Langit karena Langit mulai berjalan menjauh. Dan Langit hanya mengacungkan jempolnya sambil menghadap ke Guntur
Saat Langit dan Bintang pergi ke kantin. Anak SCM lain masuk ke ruangan dan duduk di kursi masing-masing.
(di Kantin)
" Mau pesen apa sayang? " tanya Langit pada Bintang
" Kue aja deh Langit. " jawab Bintang
" Ngga makan nasi? Lagi diet emang? Ngga usah diet diet sayang. Kamu tuh udah cantik dan proporsional sayang. " kata Langit panjang lebar yg tak suka jika Bintang diet. Karena Bintang memang sudah cantik dan proporsional
" Ngga ko Langit, aku ngga diet. Lagi males makan nasi aja. " jawab Bintang sambil tersenyum kecil
" Kenapa males si sayang. Nanti kalau sakit gimana? " kata Langit
" Iyaa nanti aku makan nasi ko. Tapi sekarang lagi pengen makan kue itu. " jawab Bintang sambil menunjuk kue yg ada di dalam etalase
" Iyaa udah Oke. " jawab Langit pasrah menuruti keinginan Bintang
" Mba kue itu satu, nasi gorengnya satu. Minumnya jus alpukat sama ice cappucino satu yaa. " kata Langit pada penjaga kantinnya
" Siap Mas. Ditunggu yaa. " jawab penjaga kantin
" Kita duduk di sana yuuukkk Langit. " ajak Bintang menunjuk tempat di pojok balkon
" Ayoo sayang. " jawab Langit yg terus menggandeng tangan Bintang
Mereka pun duduk di tempat yg di pilih Bintang. Sambil menunggu pesanan, mereka pun mengobrol, bercanda dan sesekali mereka selfie bersama.
Setelah pesanan makanan datang, Langit dan Bintang segera menyantapnya. Mereka makan dg sangat lahap. Sesekali mereka saling memandang dan tersenyum.
" Cobain deh nasgornya. Enak tau Bintang. " kata Langit sambil mengulurkan sendok yg berisi nasi goreng
" Langit, kan aku bilang aku lagi males makan nasi. " jawab Bintang menutup mulutnya dg tangan
" Ayolah sayang sekali aja, please cobain doang. " bujuk Langit dg muka memelas
" Iyaa udah iyaa sekali aja yaa Langit. " jawab Bintang pasrah. Lalu Bintang pun membuka mulutnya dan Langit menyuapinya
" Gimana enak kan? " tanya Langit. Bintang hanya mengangguk sambil tersenyum dan mengunyah nasi gorengnya
" Lagi? " tanya Langit menawarkan karena melihat mulut Bintang telah kosong. Langit memang sengaja melakukannya karena Langit ingin Bintang makan nasi walau hanya sedikit.
" Langit kan katanya sekali doang. " jawab Bintang kesal
" Tadi katanya enak. Kalo enak lagi dong. Kan kata orang minimal makan itu 3 sendok. Kamu kan baru 1 sendok. 2 lagi yaa? " bujuk Langit
" No Langit. Kan aku udah makan kue dan jus alpukat. Aku udah kenyang. " jawab Bintang sambil memalingkan wajahnya
" Ayoo sayang 2 lagi yaa? Sebentar lagi kita masuk Lo. Ayoo buruan. Aaaaa " kata Langit sambil mengulurkan sendok berisi nasi goreng lagi
Dg sedikit berdecak n kesal. Akhirnya Bintang pun membuka mulutnya lagi. Dan Bintang memakan 3 sendok nasi goreng. Selesai makan, seperti biasa Langit pun membayar makanannya. Kemudian mereka masuk ke dalam ruangan.
Saat memasuki ruangan. Langit terlihat sangat terkejut. Karena Ayahnya Dekan Erlan Rafandra sudah ada di depan kelas sedang menjelaskan sesuatu. Langit pun terdiam di depan pintu dg tangan masih menggandeng Bintang.
" Mampus gue. Kenapa tiba-tiba Papah yg di kelas si. Perasaan sekarang jadwal Pak Yugo. " ucap Langit lirih yg masih di dengar Bintang. Kemudian Bintang pun mengkodekan dg menaikan alisnya pada Langit, yg artinya "Bagaimana?" Dan Langit hanya bisa mengangkat kedua bahunya yg berarti "Tak tau"
" Langit ! Masuk ! " perintah Dekan Erlan, Papah Langit. Langit dan Bintang pun masuk bersama tanpa melepaskan genggaman tangannya
" Lepasin tangannya ! Kalian habis dari mana hah? Udah tau jam masuk malah keluyuran ! " kata Dekan Erlan dg tegas sambil menunjuk tangan Langit untuk melepaskan tangan Bintang
" Maaf Pah eh Maaf Pak Dekan tadi kita habis dari kantin. " jawab Langit sambil menundukkan kepala
" Makannya sarapan tuh di rumah ! Jangan udah mau masuk baru sarapan di kantin ! Sekarang duduk ! Dan ingat saya ngga mau kejadian ini terulang lagi ! Langit, setelah jam selesai kamu ke ruangan saya ! " kata Pak Dekan Erlan dg penuh penekanan
" Baik Pak. Saya saja atau sama Bintang? " tanya Langit sebelum berlalu
" Emang saya ada sebut nama dia tadi, Hm? " Bukannya menjawab pertanyaan, Dekan Erlan malah berbalik nanya
" Baik Pak. " jawab Langit singkat sambil mengangguk kemudian duduk di kursi miliknya. Bintang pun mengikuti di belakangnya
Setelah Beberapa menit Pak Dekan Erlan di ruangan. Kemudian datanglah Dosen Yugo bersama seorang wanita berhijab di belakangnya. Wanita itu membuat Samudera terkejut.
" Senja? " kata Samudera Lirih. Kemudian melihat ke arah Awan dan menaikkan alisnya. Awan hanya mengangkat bahunya karena memang ia tak tau apa apa. Sedangkan Langit hanya memperhatikan tingkah 2 temannya itu. Langit tak menghiraukan Senja. Bahkan Langit lupa jika Senja adalah wanita berhijab yg hampir ia tabrak tadi pagi.