Aku pikir, terlalu mudah untuk sekedar bersandiwara di depanmu. Kenyataannya, kalimat 'kamu hanya puing-puing kisah dari masa lalu' hanyalah sebuah kebohongan besar. *** Suasana kafe begitu ramai di akhir pekan. Banyak muda mudi yang menghabiskan waktunya untuk sekedar mengalihkan penat. Namun, keadaan tersebut tak berlaku bagi dua perempuan cantik yang duduk berhadapan. Menghabiskan waktu hanya dengan saling diam. Dinda menatap Naina dengan ragu lalu kembali mengalihkan pandangan pada sekeliling kafe dengan desain yang lebih menarik dibandingkan beberapa tahun lalu, saat ia dan gadis di depannya masih sering ke tempat tersebut. "Ada apa?" tanya Dinda yang tak tahan dengan keterdiaman mereka. Naina menatap datar, tak ada raut benci di sana. Walaupun begitu, tetap saja Dinda merasa per

