Hari ini Dinda mengajak sahabatnya makan di kantin umum. Tujuannya untuk memastikan keadaan seseorang. Bukan karena perasaan lemahnya, ia hanya ingin menghilangkan rasa bersalah karena sudah membuat lelaki itu sakit. "Udah lega sekarang?" tanya Via setelah melihat keberadaan Nathan yang memasuki kantin bersama Naina. Dinda mengangguk lalu melirik sahabatnya. "Cepet habisin makanannya terus kita pulang." Via yang hendak berkomentar kembali mengatupkan bibirnya. Ia memang sering gemas dengan sikap Dinda sejak dulu, tapi menghakimi perasaan seseorang bukanlah tindakan yang baik menurutnya. Via tahu sahabatnya juga tidak ingin berada di posisi tersebut. "Oh iya Din, Langit ngajak joging minggu depan. Gimana lo ada waktu gak?" "Langit?" Dinda menaikkan sebelah alisnya. "Iya, Langit. Itu l

