Jika rasamu nyata, mengapa aku masih terjebak dalam lingkar nestapa? *** Gadis itu tak bisa tenang semenjak kemarin. Tentunya setelah mendengar mengenai Nathan yang kembali ke rumahnya untuk membelikan obat juga mengembalikan kendaraannya. Yang membuat khawatir adalah kemungkinan Nathan pulang dalam keadaan hujan. Sebenarnya Dinda ingin mengucapkan terima kasih, tapi setelah berkali-kali menulis dan menghapus hasil ketikannya tak satu pun chat yang terkirim. Gadis itu mendesah, menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Kebetulan hari ini ia tidak berangkat ke kampus karena kakinya masih sulit digunakan untuk berjalan. Dinda menatap sekeliling kamarnya yang sepi. Maura sudah pergi ke kampusnya sejak pagi bersama sang papa. Tatapannya tertuju pada nakas di mana sebuah figura tergeletak

