Tiba hari di mana kegiatan teater diadakan. Selama beberapa minggu pula Nathan dan Dinda bersikap seperti orang asing, meski sesekali tak sengaja bersinggungan. Sebenarnya orang-orang sempat mempertanyakan hubungan mereka. Namun, Nathan tak memberikan jawaban memuaskan, begitupun Dinda yang tetap bungkam dan memilih menghindar. Sampai akhirnya mereka bosan sendiri karena tak pernah mendapat jawaban valid dari keduanya. Benda pipih miliknya berbunyi. Nathan yang tengah mencari kunci mobil mendesah mendapati nama rekan sedivisinya. Pasti Arka sudah menunggu kedatangannya. Nathan menyesal menonton pertandingan sepak bola yang berlangsung dini hari, padahal ia baru pulang tengah malam dari kampus setelah membantu mendekor ruangan yang akan digunakan. "Lo di mana sih, Nath?" "Sorry, Ka. Gue

