Chapter Twenty

1731 Words

   Minggu yang kelabu. Awan hitam seakan menggantung di langit pagi. Begitu tebal, sehingga menghalangi matahari yang harusnya menerangi bumi. Namun hal itu tak menyurutkan semangatku untuk hadir di sekolah.    Parkiran sepi, kantin sunyi, ruang kelas tak berpenghuni. Pemandangan itulah yang kuperoleh ketika melewati sebagian area sekolah. Ya iyalah... secara gitu, ini kan hari minggu. Aku pun kalo nggak ada jadwal untuk latihan, nggak bakal mungkin hadir di sekolah ini.    Rasanya, aku masih tak percaya dengan semua kenyataan ini. Aku, Stella Anindita, yang dulunya begitu membenci segala sesuatu yang berbau dance, akhirnya menjadi seorang dancer? Unbelievable kan? Tapi inilah kenyataannya. So, percaya nggak percaya, aku akan tetap menjalaninya.    Menjalani latihan perdana ini, walau a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD