Chapter Twenty One

922 Words

   Waktu telah menunjukkan pukul 15.30 ketika aku keluar dari sekolah. Perlahan-lahan meninggalkan tempat yang baru saja kusinggahi untuk menyongsong masa depanku sebagai seorang dancer profesional, just like my Mom.    Kulangkahkan kakiku menyusuri trotoar yang membawaku hingga ke perempatan jalan. Saat kuberbalik badan, sekolahku telah lenyap dari pandangan. Tanpa terasa aku telah menempuh jarak 400 meter ini tanpa kendaraan. Entah berapa lama lagi waktu yang kubutuhkan untuk sampai di rumah, dan entah sampai kapan pula aku akan terus berjalan.    Zebra cross tampak jelas di depan tempatku berdiri saat ini. Garis-garis putihnya berjajar rapi di atas aspal. Memberikanku ruang untuk menyeberangi sang jalanan. Kutengokkan kepalaku ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya melangkah di atas ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD