Dara berjalan ditengah hiruk pikuk keramaian kota, ia menghembuskan nafasnya . lagi lagi pria itu kembali menghampiri otaknya. Ini belum saatnya Veron tahu. Atau sebaiknya memang Veron tidak perlu mengetahui ini. "Dara?" Dara menoleh dan mendapati Samuel yang berjalan menghampirinya dengan dua Cup kopi ditangannya. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Dara menerima uluran Kopi dari Samuel. "Aku sebenarnya ingin menghabiskan waktuku disalah satu Coffe shop, Tapi aku melihatmu jadi aku memutuskan untuk menghampirimu." "Hm." Sahut Dara dengan gumaman malas menanggapi. "Sepertinya kau sedang ada masalah." "Memangnya pernah sekalipun aku terlepas dari masalah Samuel?" Gerutu Dara, Samuel terkekeh dan mengacak ngacak rambut Dara dengan gemas. "Baiklah apa aku perlu meng

