My Driver 8

866 Words
#SKIP Sudah beberapa tahun Kevin bekerja pada keluarga Mattew, hubungannya dengan Mila pun semakin dekat dan akrab saja, bahkan tak jarang Mila bermanja dengan supirnya tersebut. Hubungan keduanya kian intim dan mesra saja, melihat kemesraan yang dipertontonkan keduanya tak jarang banyak orang yang mengira keduanya tengah menjalin kasih, namun sayang hubungan keduanya masih sebatas antara supir dan majikan. Hari ini usia Mila genap 21 tahun, tak ada ucapan selamat apalagi perayaan dari keluarga terdekatnya, mereka seolah lupa akan hari penting gadis itu. Namun begitu memasuki mobil saat akan berangkat ke kampusnya Mila mendapatkan kejutan kecil dari sang supir. "Selamat ulang tahun Mil, panjang umur ya... sehat terus dan ssmoga selalu dalam lindungan Tuhan" ucap Kevin, ia memberikan sebuah bucket bunga pada Mila lalu memeluk gadis itu, sebuah kontak fisik yang sudah biasa keduanya lakukan. "Terimakasih Vin, aku gak menyangka kamu mengingatnya" ucap Mila, ia sungguh terharu dan mengusap matanya yang berair. "Kenapa menangis?" tanya Kevin. "Aku terharu tau... kamu yang supir aja masih ingat hari ulang tahunku, tapi papa dan para sepupuku gak ada yang mengucapkan selamat mereka bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunku" ucap Mila. "Mungkin mereka terlalu sibuk Mil, sampai melupakan hari ini" ucap Kevin. "Ya sudah, yuk jalan" ucap Mila, mobilnya pun perlahan keluar untuk menuju kampusnya. --- Tepat jam 1 siang Mila keluar dari kelasnya, ia menghampiri Kevin yang berada dalam mobil. "Hai..." ucap Mila begitu masuk mobilnya. "Sudah selesai kelasnya?" tanya Kevin. "Hm... yuk cari makan aku sudah lapar" ucap Mila seraya mengusap perutnya. "Mau makan dimana?" tanya Kevin. "Resto biasa aja" ucap Mila. "Makanan jepang?" tanya Kevin. "Yes" sahut Mila. Keduanya tiba di resto langganan Mila, Mila turun lebih dulu namun tidak dengan Kevin, lelaki itu masih berada di mobil. "Hei... kok diam disitu ayo keluar, makan dulu" ucap Mila. "Aku tunggu disini saja Mil, aku sudah makan" bohong Kevin. "Bohong, aku tau kamu belum makan. Ayo keluar jangan merasa gak enak terus Vin, kamu kerja sama aku sudah berapa lama sih? masih aja merasa gak enak gitu" omel Mila. "Kamu aja makan sana" ucap Kevin. "Kamu gak makan maka aku juga gak makan" ucap Mila. "Ya sudah iya" ucap Kevin, ia keluar dari mobil. Mila memeluk lengan kekar supirnya itu dan ia memesan sebuah private room untuk makan siangnya, memasuki private room itu keduanya duduk berdampingan. "Pilih dulu sana" ucap Kevin. "Kamu mau apa?" tanya Mila seraya membuka buku menu. "Samain sama makanan kamu aja" ucap Kevin. Seraya menunggu pesanannya datang Mila memilih menyandarkan kepalanya dilengan kekar supirnya tersebut. "Vin..." ucap Mila. "Hm..." sahut Kevin seraya mengusap punggung gadis cantik itu. "Kamu kok betah sih kerja sama aku" ucap Mila. "Siapa yang gak betah kerja sama cewek cantik seperti kamu" canda Kevin. "Aku serius kali tanya-nya" ucap Mila. "Mau kerja apa lagi aku Mil? cari kerja diluar sana susah, dan kenapa aku betah? papa kamu memberikan gaji yang lebih dari cukup, dan aku juga cukup menikmati pekerjaan ini" ucap Kevin. "Vin... kalau umpamanya kamu dapat pekerjaan yang jauh lebih enak dari pekerjaan kamu sebagai supir ini kamu jangan lupain aku ya... aku sudah nyaman temenan sama kamu, enak curhatnya juga" ucap Mila tersenyum. "Dan aku kebanyakan dengerin curhatan kamu dari pada bekerja" tawa Kevin. "Makasih ya sudah mau jadi pendengar yang baik selama ini" ucap Mila. "Ya... jadi gimana hubungan sama cowokmu? si Andri itu?" tanya Kevin. "Sudah kelar sudah selesai, seperti yang kamu bilang buat apa mempertahankan cowok yang gak bener, masih banyak lelaki lain diluar sana" ucap Mila. "Nah gitu dong, berapa lama sih kamu sama dia?" tanya Kevin. "Baru 3 bulan Vin" ucap Mila. "Oh... jadi sekarang jomblo nih?" ledek Kevin. "Ih gak ya" ucap Mila. "Oh sudah punya yang baru? cepet banget sih bu, kenalin kali siapa cowoknya" Kevin tertawa. "Gak ada Vin, pengen sendiri dulu, aku mau fokus sama skripsiku" ucap Mila. Saat menikmati makanannya seorang pelayan masuk dengan membawa piring yang berisi sepotong cake yang dihias dengan sebuah lilin diatasnya. Cake yang dipesan Kevin saat tadi ia pamit keluar. Mila menutup mulutnya tak percaya akan kejutan yang didapatkannya, kejutan kecil dari sang supir. "Selamat ulang tahun bu bos, ayo make a wish" ucap Kevin. Setelah memohon satu permintaan dan meniup lilinnya, Mila tersenyum dan memeluk erat sang supir, tak peduli akan statusnya antara supir dan majikan keduanya berpelukan dengan sangat erat. "Thanks... kamu yang tebaik" bisik Mila. "Sekali lagi selamat ulang tahun" ucap Kevin. Terbawa suasana keduanya mempererat pelukannya dan Kevin tanpa sadar sudah mencium leher putih majikannya itu bahkan memberikan tanda merahnya disana. "Vin..." tegur Mila. "Ya Tuhan maaf... maaf Mil" ucap Kevin. "Gapapa aku ngerti kok" Mila tersenyum seraya mengusap pipi Kevin. "Sekali lagi aku minta maaf, aku sudah lancang" ucap Kevin. "Gapapa Vin, gak usah gak enak gitu deh, yuk pulang" ucap Mila. --- Jam 8 malam Kevin baru tiba dirumahnya, ia memarkirkan motor maticnya lalu segera masuk ke rumah. "Ya Tuhan nak, kamu terlihat pucat sekali" ucap Ratih ibu Kevin. "Kevin istirahat dulu bu, cape banget" ucap Kevin. "Bersih-bersih dulu nak" ucap Ratih lagi. "Iya bu" ucap Kevin. "Mau ibu siapkan makanan?" tanya Ratih. "Teh hangat saja bu" ucap Kevin Pagi hari Kevin terlihat semakin pucat saja dan ia benar-benar tak bisa bangun pagi itu, al hasil ia harus absen dari pekerjaannya. Mendengar Kevin sakit Mila tentu sangat khawatir dan pagi itu juga ia menghampiri Kevin dikediamannya. ♥♥♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD