My Driver 7

735 Words
Setelah kejadian itu Mila mulai sedikit menunjukkan sikap baiknya pada Kevin, dan Kevin pun bersyukur karena majikannya tersebut tidak lagi berteriak-teriak padanya. Kian hari Mila semakin menunjukkan perubahan sikapnya namun tidak pada mama tirinya, ia sudah tak pernah berteriak atau pun berkata kasar lagi pada Kevin. Hubungannya dengan sang supir pun semakin dekat saja, meski saat ini kedekatan keduanya hanya sebatas kakak adik saja. Setelah ujian kelulusan beberapa minggu lalu hari ini Mila dan teman-temannya menerima surat kelulusan, ia lulus dengan nilai tertinggi di sekolahnya setelah belajar mati-matian selama seminggu ini. "Selamat ya non" ucap Kevin begitu ia dan Mila sudah berada di mobil, dan Mila yang kini lebih sering duduk di jok depan bersamanya. "Terimakasih Vin, semuanya berkat kamu dan semangat yang kamu berikan. Mungkin kalau gak ada kamu aku gak bakal menjadi yang terbaik di sekolah" ucap Mila, ia menggenggam erat tangan supirnya itu. "Non ini bisa saja, saya hanya sekedar memberikan dorongan dan semangat untuk non" ucap Kevin. "Ayo jalan, kita ke pemakaman dulu ya" ucap Mila. "Pemakaman? makam siapa non?" tanya Kevin. "Makam mamaku Vin" ucap Mila. "Mama non? jadi ibu Santi itu?" tanya Kevin. "Dia bukan mamaku, sudahlah aku gak suka membicarakan dia" ucap Mila yang kemudian langsung menuju mobilnya. Tiba di area pemakaman Mila segera keluar dari mobilnya, terlebih dahulu ia menghampiri penjual bunga yang berada tak jauh dari area pemakaman. Tiba disebuah makam yang ditujunya Mila berjongkok dan meletakkan bunga yang dibawanya di pusara sang mama. "Hai mah... Mila datang sama Kevin, dia supir Mila tapi dia baik banget sama Mila. Oh ya mah... hari ini Mila sudah lulus dari sekolah dan mendapat nilai terbaik, mudah-mudahan mama bangga ya dengan apa yang sudah Mila raih, dan Mila harap mama juga bahagia disana" ucap Mila, ia mendoakan sang mama sebelum memutuskan pergi dari tempat itu. --- Malam hari Mila mempelihatkan surat kelulusannya pada sang papa. "Woww... papa benar-benar bangga sayang, papa gak menyangka kamu lulus dengan nilai terbaik" ucap Mattew tersenyum bangga pada putrinya. "Selamat ya Mil" ucap Santi mama tirinya. "Ya terimakasih" sahut Mila dengan dingin. "Mau melanjutkan kemana sayang? atau mau mengikuti jejak sepupumu melanjutkan pendidikan di Amerika?" tanya Mattew. "Oh rasanya enggak pah, Mila akan melanjutkan kuliah di Jakarta saja" ucap Mila. "Mau ambil jurusan apa sayang?" tanya Mattew lagi. "Ekonomi pah" ucap Mila. "Ya papa setuju, karena nanti kamu yang akan melanjutkan bisnis keluarga kita" ucap Mattew lagi dan membuat Mila mendelik kesal setiap kali sang papa membahas bisnisnya. --- Sore hari Mila sudah rapi, dengan baju tanpa lengan dan rok mini serta tas selempangannya Mila keluar rumah. "Vin, jalan yuk" Mila menghampiri supirnya yang duduk merokok diteras rumahnya. "Mau kemana non?" tanya Kevin. "Antar aku ke mall" ucap Mila. "Mari silahkan non" Kevin membukakan pintu belakang untuk majikannya itu. "Vin... sudah berapa kali aku bilang jangan panggil non lagi cukup Mila saja, dan lagi aku lebih suka duduk didepan" ucap Mila, ia membuka sendiri pintu depan mobilnya lalu masuk. Kevin mengitari mobil itu lalu masuk ke pintu pengemudi. "Satu lagi ya Vin, aku punya tangan sendiri jadi gak perlu dibukakan pintu" ucap Mila. "Ya terserah kamu, aku hanya gak enak kalau pak Mattew tau aku tidak menghormatimu layaknya supir pada majikannya" ucap Kevin seraya menjalankan mobilnya dengan pelan. "Gak usah peduli, kalau pun papa marah nanti biar aku yang menjelaskannya" ucap Mila. Mobil sudah terparkir di basement mall dan Mila segera keluar dari mobilnya. "Vin... ayo..." ucap Mila. "Aku... tunggu disini saja Mil" ucap Kevin. "Kamu ikut... masa aku jalan-jalan sendiri doang, gak asik tau" ucap Mila. "Tapi..." "Ayo... temenin aku, kita nonton" ucap Mila. "Gak ah Mil, aku disini saja" ucap Kevin. "Aku ngambek nih, aku marah nih kalau kamu gak ikut" ancam Mila. "Ya oke aku ikut" ucap Kevin. Keduanya memasuki mall dan tujuannya adalah ke sebuah gedung bioskop, setelah mendapatkan tiketnya Kevin dan Mila segera menuju teater pertunjukan. Sepanjang film diputar Mila terus menyandarkan kepalanya dilengan kekar sang supir seraya memeluk lengan kekar itu dan ini efek dari film romantis yang ditontonnya. "Baper ya Mil" ledek Kevin saat mereka keluar gedung pertunjukan. "Ih enggak ya, romantis aja filmnya" ucap Mila. "Masa sih? perasaan dari tadi kamu melukin tangan aku terus deh" tawa Kevin. "Kapan? enggak tuh" ucap Mila kesal karena diledek sang supir terus. "Amnesia nih, pura-pura lupa segala" tawa Kevin. "Sudah ah, lapar nih ayo makan" ucap Mila. Jam 8 malam Kevin dan Mila baru tiba dirumah, dan Kevin pun langsung dipersilahkan Mila pulang, karena ia tau supirnya tersebut cukup lelah hari ini menemaninya mengitari mall. ♥♥♥
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD