BAB 42. Bunga Tulip Putih

1088 Words

“Berarti main airnya nggak boleh sampai sore,” kata Arumi lalu bergegas naik dari pinggir pantai setelah bermain air bersama Devara selama satu jam. “Goog girl,” sahut Devara sambil terkikik dan mengikuti langkah Arumi. Ia lalu mengedarkan pandangannya, mencari seseorang yang sejak tadi tidak terlihat batang hidungnya. “Nyari apa, Rum?” tanya Devaara kepada sahabatnya itu. “Gw, kok nggak ngelihat Jefry dari tadi ya?” Arumi menoleh ke kanan dan ke kiri mencari batang hidung adiknya tapi tetap saja tidak terlihat bahkan suaranya pun tidak terdengar. “Dia, lagi ngambil speadboat. Uda, masuk sana,” usir Devara kepada Arumi sembari menyampirkan jubah handuk ke tubuh Arumi. Arumi hanya menjawab dengan ber ‘O’ ria saja dan segera masuk ke kamar untuk membersihkan dirinya. Sebuah pesan masu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD