BAB 32. Nggak Heran Gw hanya dijadikan Objek Taruhan

1007 Words

Walau mental Arumi kini tengah diterpa badai yang membuatnya begitu lemah. Tapi, bukan Arumi namanya, kalau hanya menyerah begitu saja. Ia berjuang untuk mengembalikan rasa percaya dirinya. Ia juga berjuang untuk terus menekankan pada dirinya bahwa dirinya juga sosok manusia yang berharga, bahwa dia juga pantas untuk dihargai oleh orang sekitar. Tidak perduli apa pun latar belakang ekonominya. Seperti pagi ini, Arumi tengah bersiap untuk ke kampus. Janjian bersama Devara seperti biasa. Tidak naik angkutan umum tapi karena Devara semakin khawatir akan kondisi kesehatan Rumi, ia memutuskan untuk menggunakan fasilitas yang telah diberikan oleh orang tuanya kepadanya. “Rum, sudah siap?” tanya Devara lewat sambungan ponsel. “Sudah, gw juga uda sarapan dan minum obat. Yuk, jalan.” Arumi lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD