BAB 31. Loe dan Gw nggak mungkin bersama

1140 Words

Citra kehabisan kata-kata ketika mendengar kesungguhan hati Demas. Sudah dua jam Demas terus saja menunggu Arumi, ia menatap gerbang pagar tinggi rumah Devara yang tak kunjung terbuka. Citra lalu keluar ke teras rumahnya membawa nasi goreng tahu dan diberikannya kepada Demas. “Sarapan dulu, Nak Demas. Harus kuat untuk bisa meluluhkan hati Arumi.” Citra lalu tersenyum dan segera masuk kembali ke tokonya. “Terima kasih, Tante,” ucap Demas sambil mengambil piring pada nampan yang baru saja diantarkan oleh Tante Citra. Waktu kembali berlalu, matahari semakin membumbung tinggi ke angkasa. Tapi, pagar rumah Devara masih saja tertutup rapat. Seperti yang dikatakan Demas kepada Tante Citra, bahwa dia juga keras kepala dan lebih keras kepala dari pada Arumi. Walau tubuhnya mulai lemah akibat tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD