Rose Aila Deborah
Gue anak tunggal keluarga Deborah. Keluarga Deborah merupakan keluarga terkaya sedunia. Mempunyai banyak cabang disegala penjuru dunia. Namun, berlimpahnya harta belum tentu membahagiakan gue.
Gue anak yakim piatu. Orang tua gue meninggal akibat kecelakaan saat usia gue tiga tahun. Gue hanya mempunyai satu keluarga yaitu Om gue yang bernama Jongki Deborah.
Dia mengurus semua perusahaan baik perusahaan peninggalan orang tua gue dan perusahaan dirinya. Nanti saat gue sudah mendapat gelar sarjana perusahaan orang tua gue akan diserahkan ke gue.
Om gue tinggal di Amerika karena pusat perusahaan di sana dan gue tinggal di Korea sedang menuntut ilmu pada jenjang SMA jurusan MIPA dan sekarang gue kelas 12 semester akhir.
Om gue orang yang sangat penyayang ke gue. Usia om gue 30 tahun dan usia gue 17 tahun. Dia paling enggak suka jika dipanggil om karena dia selalu berpikir dia masih terlihat muda alias menolak tua. Gue biasa memanggilnya dengan sebutan Oppa.
Oppa juga selalu menghubungi gue kapanpun dan dimanapun. Oppa juga selalu membangunkan gue setiap pagi. Gue orang yang susah dibangunkan. Bahkan Oppa sampai nyepam chat dan telepon sampai ratusan belum tentu gue kebangun.
***
Pagi hari yang cerah telah menampakkan sinarnya. Seolah sinar yang menembus jendela apartement tidak mengganggu si putri tidur yang enggan membuka mata, siapa lagi kalau bukan Rose Aila Deborah yang tertidur sangat nyenyak. Bahkan deringan handphone tidak mengganggunya sama sekali.
Namun, lama kelamaan si putri tidur merasa sinar matahari yang menyengat kulit wajahnya yang mulus. "Hah! Jam berapa sekarang!?",teriak Rose yang langsung melihat jam dinding yang terpampang tepat menunjukkan pukul 07.35. Hal itu sontak membuatnya lari terbirit b***t ke kamar mandiri dan bersiap ke sekolah.
***
SMA X
Rose turun dari taksi dan berlari menuju gerbang. Namun, gerbang sudah tertutup hal itu sontak saja membuatnya kesal. "Sialan! Gue harus gimana? Apa gue bolos aja?," gumamnya sambil menatap gerbang itu.
*Oppa = kakak laki laki dalam bahasa korea atau biasanya sebutan sayang terharap lawan jenis ke laki laki.