SMA X
Rose turun dari taksi dan berlari menuju gerbang. Namun, gerbang sudah tertutup hal itu sontak saja membuatnya kesal. "Sialan! Gue harus gimana? Apa gue bolos aja?," gumamnya sambil menatap gerbang itu dan melirik ke kanan serta ke kiri. Ditemukannya orang seumuran yang sedang berjalan kearahnya.
"Eh, lo juga telat?", tanya Rose kesenangan karena ada juga yang telat. Namun, pertanyaannya diabaikan begitu saja dan si cowok tersebut terus jalan tanpa memedulikannya.
Sontak saja hal itu membuat Rose marah. "Yak! Gue nanya lo baik baik loh!", teriak Rose sambil mengikuti cowok tersebut.
***
Gerbang belakang
"Damn!", maki cowok tersebut sambil memperhatikan gerbang belakang yang juga sudah dikunci. Rose memperhatikan Gerbang tersebut. "Kenapa?", tanya Rose menatap cowok itu.
Sekilas si cowok melirik Rose dan pergi memanjat pagar.
"Yak! Gue ditinggal! Woi gue juga mau ikut!". Rengek Rose.
Si cowok sudah terduduk di atas pagar tersebut dan menatap Rose.
"Ikutttt", rengek Rose lagi.
Si cowok menghela napas dan mengulurkan tangannya. Rose menatap sumringah bantuan itu. Dan langsung saja Rose meraih tangan itu dan si cowok menariknya ke atas pagar.
"Kok tinggi amat",oceh Rose.
Si cowok langsung turun dari pagar tersebut dan akan meninggalkan Rose.
"Yak! Gue kagak bisa turun!", rengek Rose.
Si cowok menghentikan langkahnya dan menatap Rose.
"Bantuin dong", menatap penuh harap dengan mode imutnya.
"Nih cewek kenapa imut banget", batin si cowok.
"Locat", perintah cowok itu dingin.
"Hah? Nanti kalo gue jatuh terus patah tulang gimana?", kesal Rose.
"Gue tangkap, cepat!", perintah dinginnya.