Intan hampir saja menumpahkan dua cup coffe iced yang kubawa dengan logo starbuck karena melompat kegirangan kearahku. Berbeda dengan karyawan lain yang menanyakan kenapa mereka tidak dibelikan, kujawab saja kalau sekarang hari jadinya Intan dan aku mendapat pelototan darinya. Hari jadi dalam rangka apa coba? Jam tiga meninggalkan kantor setelah izin sebelumnya kepada manager kantor, tentu jadi semudah ini karena kemarin Pak manager meminta tolong untuk membuatkan laporan untuknya. Tujuanku kali ini ke rumah sahabatku, Mala. Disaat seperti sekarang aku membutuhkan teman untuk curhat, dan Mala adalah satu satunya teman yang dapat kuandalkan untuk memdengarkn cerita serta memberiku solusi dan yang paling penting dapat menjaga rahasia. "cepet amat sampai di rumah gue" sapaan Mala yang mem

