"aku capek kamu bohongin terus" kataku sambil melihat kearah lain untuk menghindari bersitatap dengannya. "maka dari itu akan kujelaskan mulai awal permasalahannya Na" Yoga dengan suara merendah. "kemarin di Starbuck sudah jelas" kataku dengan melihat tajam kearahnya. "enggak enggak, pasti ada salah paham disana..." Aku terdiam hingga Yoga mulai bercerita sejak pertemuan kami dengan Meisya di rumah orang tuanya. Meisya mencoba mencari tau tempat tinggal Yoga yang baru hingga ia menemukannya. Beberapa kali Meisya mengajak Yoga bertemu diluar untuk membicarakan suatu hal yang penting, aku sudah bisa menebaknya inti dari pembicaraan ini. "Maisya hamil" Yoga berusaha menjelaskan. "aku tau" jawabku singkat. "dia meminta bantuanku untuk menggugurkan kandungannya" jelas Yiga kembali. "la

