Part 22

1832 Words

Senin Renjana berangkat kerja seperti biasa. Hanya saja perbedaannya, hari itu lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas. Meski energi dan semangatnya nampak tidak berubah sama sekali. Kinerjanya pun nampak tidak terpengaruh. Justru anehnya, begitu melihat Tuan Salman, Kepala Departemen, gadis itu langsung mengikutinya sambil membawa draft design produk baru. Hal itu membuat beberapa rekan kerja yang sensitif menyadarinya, salah satunya adalah Samuel, senior yang hampir mencapai usia paruh baya. "Apa yang kau lakukan sepanjang malam? Apa kau tidak tidur sama sekali?" Samuel, yang duduk di sebelah kubikel Renjana bertanya sambil menyodorkan satu cup kopi yang uapnya masih mengepul naik. Meski Renjana sebenarnya lebih menyukai teh dari pada kopi, tapi ia tetap menerimanya karena ia mu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD