Miss Adrienata

1488 Words

"Buka kaki kamu." Wanita ini menurut. Ia lebarkan kakinya ke samping sambil bersandar di kepala ranjang. Kemeja dan rok span yang membungkus tubuhnya sudah terlepas. Meninggalkan bra dan celana dalam berenda yang seolah tiada arti. Suhu AC telah berada di angka sembilan belas derajat. Tirai-tirai tertutup—menghalau sinar bulan yang menyorot langit malam ini. Di kamar nomor 202 itu mereka telah berjanji untuk bertemu. Berciuman sekilas, sebelum melanjutkan aktivitas paling nikmat usai seharian bekerja dan menyembah uang. "Kali ini saya cuma akan diam." ucap pria itu—Anton. Sambil menyeret kursi ke depan ranjang. Seringai tipisnya muncul sambil menyilang kaki. "Sentuh dirimu sendiri sampai klimaks. Tease me." Ck. "Jahat sekali." "Bukankah kamu sering melakukannya, sambil memfantasikan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD