"Halo…, Pak Chris." “...Halo?” Christian meneguk ludahnya. “Ini saya, Niken. Pengasuhnya Felice.” Oh. “Iya, Niken. Ada masalah?” “Aman, Pak. Saya cuma mau bilang, saya ganti nomor.” Sia-sia dirinya gugup. Ternyata nomor tak dikenal itu milik pengasuh putrinya. Setelah menyampaikan informasi semi-penting itu, Chris menutup telepon. Ia masih berdiri di depan lift seperti patung pahlawan. Menunggu sekretarisnya mengirim nomor Farisma yang barusan muncul usai menghilang enam tahun. Ah benar. Namanya Adrien. Gadis yang amat dicintainya itu telah bertransformasi menjadi wanita. Ia tampak berwibawa dengan setelan jas kerja. Tubuhnya telah tumbuh dan terpahat, tak mungil seperti enam tahun lalu. Dengan sepatu mahal yang berkilau, Adrien berjalan mengabaikannya seolah mereka tak pernah

