“Atau kamu mau ke vila saya aja?” Adrien tersenyum sinis, “Saya bukan salah satu jalang kamu, Chris.” kemudian berbalik. “Saya bisa cari tempat menginap sendiri, kamu bisa kembali.” Pria sipit itu tak bereaksi apapun. Ia hanya memandangi wanita ini yang masuk mobil dan duduk di kursi kemudi. Tak lama setelahnya terdengar deru kendaraan yang perlahan menjauh. Diam-diam ada gemuruh di kepalanya. Christian mengeratkan gigi. Sialan. Ia gagal lagi mendekati wanita itu. “Kalo gini nggak bakal kelar kasusnya,” sambil mengumpat kecil. Masih dengan tangan terkepal, Chris kembali ke mobil sebelum melaju ke jalanan gelap. Samar-samar ia melihat lampu yang berpendar dari kendaraan Adrien. Luxury car merek BMW itu dengan mulus melewati jalan aspal. Mereka melaju beriringan dengan Audi milik si p

