“Katanya cuma dua hari, ini udah berapa hari, Chris?” “Habis ini aku pulang, kok.” pria sipit itu mengapit ponsel ke antara pipi dan bahu. Ia sibuk membolak-balikkan kertas. “Felice gimana?” “Dia nangis terus nyariin kamu. Mami ada agenda abis ini, pengasuh juga nggak bisa datang. Nggak mungkin mami bawa anak kamu ke arisan.” “Ya Tuhan, arisan lagi? Bukannya sebulan sekali?” Sambungan terputus. Chris meraih ponselnya sambil mengernyit. Hanin terlalu sering pergi ke arisan, maksudnya, itu aneh. Apa mereka diam-diam membuat kultus? “Ah, bodo amat.” Usai memeriksa berkas, ia segera menuju room untuk rapat dengan Emora. Namun keganjilan terjadi saat ia tiba-tiba mencium bau asap. Asal asap itu dari kamar mandi perempuan. Siapa karyawannya yang merokok di jam kerja? “Buk, tolong cek, ya

