The Stars Are Beautiful

1480 Words

“Mau pulang, Ris?” Tepat pukul 17.10, Farisma yang telah mengemasi peralatan jahitnya mengangguk ke pertanyaan mbak Desi, senior yang bekerja dua tahun lebih awal. Mulai dari gunting benang, kabel mesin hingga kabel dinamo telah ia rapikan dan bersiap pulang. Bekas-bekas benang yang menempel di bajunya pun telah bersih. Ia berjalan keluar usai mengalungkan tas. Bulan ini, pabrik sedang dipadati order seragam kerja dari pabrik perusahaan mie populer. Ribuan seragam itu harus selesai bulan depan—otomatis mewajibkan karyawan di tiap divisi untuk kerja lembur tiap hari. Pukul lima sore, di jam pulang normal karyawan, Risma selalu pamit lebih awal karena UAS di perkuliahan malam sedang gencar-gencarnya. Privilege bagi mahasiswa tetap berlaku karena Chris telah menetapkan itu sebagai peratur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD