“Masuk aja,” Sam membuka pintu apartemennya. Ia menggantungkan jaket usai melepas sepatu dan menaruhnya ke storage dekat pintu. Stretching kecil sebelum ia menoleh ke belakang, dan mendapati Risma melakukan hal yang sama. Cardigan hijau pastel yang sedari tadi melindunginya dari angin malam terlepas dan menggantung di antara jaket-jaket milik Sam. Melirik pelan, lalu tersenyum lemah dengan pandangan sayu. “Mau gue buatin mie, nggak?” Sam berjalan ke arah counter dapur. Risma mengekor dari belakang—tampak takjub dengan desain interior dapur yang meskipun gelap, mampu memberi kesan hangat. “Boleh.” Risma berjalan ke arah kulkas usai mengangguk. Diiringi suara denting panci yang terbentur kompor, gadis itu membuka pintu peti es yang ditempeli banyak magnet. Matanya menggulir dari atas, m

