Nyatanya, perjalanan yang dilalui Adrien tidaklah selalu mulus. Meski ia telah mencapi posisi sekretaris bos besar, masih saja ada lalat yang suka hinggap di makanannya. Cara lalat itu mengais dengan kakinya membuat ia jijik. Begitu kecil dan kotor, tak punya harga diri. Ia benci makhluk itu datang dan merusak sesi makannya yang tenang. Sepantasnya ia dibunuh dan dibasmi hingga populasinya menurun. “Arah jam delapan, mobil putih.” Adrien mengalihkan pandangannya. Ia melihat sebuah mobil model lama yang terparkir di area toko. “Oke, Nov. Thanks.” kemudian menutup telepon. Mata Adrien mengamati mobil yang dikatakan oleh Nova itu. Sahabatnya kini bertugas untuk mengorek informasi apapun tentang sesuatu yang mencurigakan. Termasuk mobil—yang dua terakhir ini mengikutinya dari belakang. I

